Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi saat memberikan keterangan pers usai pelantikan di Istana Negara Jakarta, Rabu (23/12/2020)
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi saat memberikan keterangan pers usai pelantikan di Istana Negara Jakarta, Rabu (23/12/2020)

Jakarta, Aktual.com – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi meminta kepada para petani, peternak, dan pekebun untuk segera menyerap Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pertanian.

Seperti diketahui, realisasi penyerapan KUR untuk sektor pertanian hingga Juli 2021 mencapai Rp42,70 triliun atau sekitar 40 persen dari target tahun ini Rp70 triliun.

“Pertama tentu mendorong semua petani, peternak, dan pekebun untuk segera menyerap KUR karena kita berharap akhir 2021 ini target kita bisa tercapai,” ungkap Harvick di Jakarta, Rabu (28/7).

Wamentan mengungkapkan pihaknya terus melakukan sinergi dengan berbagai kelompok tani maupun petani secara individu. Adapun upaya yang dilakukan, misalnya, dengan mensosialisasikan serta berdiskusi dengan para kelompok tani di daerah mengenai akses KUR tersebut.

Menurutnya, hal ini merupakan strategi untuk mendorong penyaluran KUR pertanian agar dapat terserap secara optimal hingga akhir tahun ini.

“Segala cara, segala program informasi telah kita lakukan. Terus bersinergi, juga berdiskusi dengan para petani. Ini semua kita lakukan untuk mencapai target yang memang kita harapkan, ungkapnya.

Meskipun, Harvick mengakui bahwa dari sisi penyaluran masih terdapat kendala terutama soal persyaratan di perbankan. Sebab jika dalam mekanisme perbankan, pengajuan kreditur akan melalui analisis kelayakan kredit perbankan.

Namun demikian hal ini dapat teratasi karena sosialisasi terkait akses KUR di perbankan juga dinilai cukup baik.

“Utamanya sektor perbankan yang kita tahu sebenarnya persyaratan juga cukup sulit. Kalau masalah KUR ini soal ketersediaan kelayakan kreditur untuk bisa mengakses dan mendapatkan dana KUR tersebut. Alhamdulillah juga, informasi dari perbankan yang cukup gencar, cukup masif dilakukan sehingga ini bisa diterima juga dengan kawan-kawan petani,” tuturnya.

(A. Hilmi)