Wakil Presiden H. Muhammad Jusuf Kalla didampingi Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Hoesen, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso, dan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menekan layar sentuh sebagai tanda pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Selasa (2/1). AKTUAL/Eko S Hilman

Nusa Dua, Aktual.com – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), mengungkapkan Bank Dunia akan memberikan pinjaman kepada Indonesia, untuk pembiayaan menangani dampak bencana alam.

“Jadi ada bantuan, ada pinjaman, pastinya jangka panjang, misalnya 35 tahun,” kata Wapres di sela pertemuan tahunan para anggota Dana Moneter Internasional (IMF-WB) 2018 di Nusa Dua, Bali, Rabu (10/10).

Meski begitu, ia mengatakan besaran bantuan dan pinjaman itu masih terus dibicarakan oleh kedua belah pihak, sehingga belum ada kepastian berapa jumlah dana yang akan dikucurkan oleh Bank Dunia.

“Sedang dibicarakan, segera, nanti kami sampaikan,” ujar JK, sapaan akrabnya.

Seperti diketahui, beberapa waktu belakangan ini, Indonesia beberapa kali diterpa musibah bencana alam. Mulai dari gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat, disusul dengan gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah.

Akibat dari bencana, khususnya di Sulteng, lebih dari 2.000 orang meninggal dunia dan ratusan ribu orang mengungsi akibat rumahnya hancur.

Dalam hal ini, pemerintah tidak menetapkan musibah di Sulteng menjadi bencana nasional. Dengan demikian, Indonesia tidak mengharapkan bantuan dari dunia internasional, namun tidak menolak jika ada negara asing yang ingin memberikan bantuan.

CEO Bank Dunia Kristalina Georgieva, masih enggan merinci berapa besar jumlah bantuan dan pinjaman yang akan diberikan untuk Indonesia. Namun, ia menyampaikan ada beberapa paket bantuan yang ditawarkan kepada Indonesia.

Pertama, pemberian dana terkait perlindungan sosial. Kedua, dana darurat untuk membangun fasilitas rumah sakit, sekolah, jembatan, jalan kampung, jalan raya, infrastruktur penyediaan air bersih, dan sistem pemantauan serta peringatan dini.

Ketiga, pendanaan terkait rekonstruksi dan rehabilitasi permukiman dan infrastruktur serta layanan di tingkat lingkungan. Keempat, program bantuan teknis untuk mendukung dan memandu seluruh paket.

“Ini yang masih kami bicarakan. Ini tergantung pada Indonesia. Saya senang untuk menawarkan paket dukungan cepat tanggap kepada pemerintah jika diperlukan. Dukungan ini tersedia jika diminta pemerintah,” katanya pada kesempatan yang sama.

Bersamaan dengan akan diberikannya bantuan dan pinjaman itu, Bank Dunia kembali memastikan bahwa lembaga internasional itu akan terus mendukung Indonesia dalam pemulihan dampak bencana alam.

Khususnya atas gempa bumi yang melanda Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan gempa bumi di Kabupaten Donggala serta tsunami di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Sebab, Bank Dunia menyadari memang bencana alam terjadi karena letak geografis Indonesia di titik rawan bencana.

()