Serang, Aktual.com – Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin menyatakan semangat belajar memperdalam ilmu Syekh Nawawi Al Bantani patut dicontoh bangsa Indonesia hingga menjadi ulama besar di Tanah Air dan dunia.

 

“Keteladanan Syekh Nawawi menjadi inspirasi dan motivasi untuk melahirkan generasi yang berkualitas,” kata Ma’uf Amin saat memperingati Haul Syekh Nawawi Al Bantani ke-129 di Tanara Kabupaten Serang, Banten Jumat (27/5).

 

Syekh Nawawi Al Bantani merupakan ulama besar di Tanah Air, juga Timur Tengah dan negara lain.

 

Kegigihan semangat belajar ke Arab Saudi hingga menjadikan ulama terkemuka yang menguasai ajaran Islam.

 

Syekh Nawawi yang lahir tahun 1813 di Kampung Tanara, Desa Tanara, Kecamatan Tirtayasa Kabupaten Serang, Banten, dengan memiliki nama Muhammad Nawawi bin ‘Umar bin ‘Arabi Al Bantani yang merupakan anak sulung dari tujuh bersaudara.

 

Ayahnya, Syekh Umar bin Arabi al-Bantani merupakan ulama di Banten, sedangkan ibunya bernama Zubaedah.

 

Karya Syekh Nawawi hingga ratusan kitab dalam berbagai bidang keislaman, seperti: Tafsir Munir, Nashaihul Ibad dan Nihayati Az-Zain, Fath Al-Mubîn Sullam Al-Munâjah Syarah Safînah dan As-Shalâh.

 

Saat ini, kitab karangan Syekh Nawawi  dipelajari di pondok-pondok pesantren, bahkan menjadi tesis dan disertasi di perguruan tinggi di Mesir dan Arab Saudi.

 

“Kita patut menghargai keteladanan Syekh Nawawi sebagai ulama besar yang mendunia dengan menggelar haul ini,” katanya.

 

Ia mengatakan Syekh Nawawi seorang ulama Indonesia yang sangat produktif dan karyanya meliputi bidang ilmu fiqih, tafsir, tauhid, tasawuf dan hadits.
Karya Syeh Nawawi sangat mudah dibaca sehingga banyak diminati di Tanah Air juga di dunia.

 

Pemikiran Syekh Nawawi memiliki pandangan moderat dan karya tulisnya, seperti Tafsir Munir dengan melarang perbuatan yang bisa memecah belah persatuan.

Baca juga: Menag sebut Syekh Nawawi Al Bantani ulama produktif dan moderat

 

Perbuatan memecah belah itu bagian dari perbuatan kedholiman dan dilarang menebar permusuhan.

 

Di samping itu diwajibkan menjaga diri dari ancaman musuh, termasuk pencegahan dari bahaya, seperti pandemi COVID-19, sehingga masyarakat harus melakukan protokol kesehatan sebab protokol kesehatan dapat mengantisipasi penyebaran COVID-19.

 

“Itu luar biasa karyanya Syekh Nawawi. Kita sudah dua tahun tidak memperingati haul Syekh Nawawi karena COVID-19. Tahun 2022 dapat diselenggarakan siang hari dengan dibatasi. Kami berharap tahun depan bisa dihadiri ribuan umat,” ujar Ma’ruf Amin.

(Antara)

(As'ad Syamsul Abidin)