Jakarta, Aktual.co —Warga Kampung Pulo Jakarta Timur yang bakal direlokasi ke rumah susun, meminta Plt Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk datang dan berdialog langsung dengan mereka.
Ketua Tim Solidaritas Masyarakat Peduli Normalisasi Sungai Ciliwung, Wawan Setiawan mengatakan dengan dialog langsung maka Ahok bisa tahu kondisi warga Kampung Pulo.
Dialog itu guna membahas soal tuntutan ganti rugi yang mereka ajukan sebelum direlokasi ke rusun. Sedangkan Ahok sendiri diketahui tetap bersikeras tak mau memberi ganti rugi kepada warga, dan hanya menjanjikan memberi uang kerohiman.
Wawan pun membandingkan sikap Ahok dengan gubernur DKI sebelumnya, Joko Widodo yang sudah dua kali menyambangi Kampung Pulo.
Dituturkannya, dulu Jokowi saat datang ke Kampung Pulo melakukan dialog dengan warga dan berjanji akan mencari solusi terbaik untuk warga bila relokasi jadi dilakukan. 
“Nah sekarang kita minta Pak Ahok untuk datang ke Kampung Pulo untuk berdialog dengan kita,” ujarnya, kepada Aktual.co, Kamis (6/11).
Hingga hari ini permasalahan ganti rugi bagi warga yang terkena proyek Normalisasi Sungai Ciliwung di Kampung Pulo Jakarta Timur, memang masih belum temukan titik terang. Padahal warga sudah berulangkali berdialog dengan pihak Kelurahan Kampung Pulo beserta Kecamatan Jatinegara untuk mencari solusi.
“Mereka hanya bilang masih menunggu Informasi lebih jauh lagi mengenai relokasi warga yang terkena Normalisasi di Kampung Pulo ini,” kata Wawan.
Menanggapi tudingan Ahok bahwa warga Kampung Pulo banyak yang mengantongi surat tanah ‘bodong’, Wawan mengakuinya. Tapi, tidak semua warga mengantongi surat bodong. 
“Kita kumpulin semua surat-surat tanah Warga, bahkan ada yang dari tahun 1926 masih menggunakan bahasa Belanda, semua jelas kok,” ungkapnya.
Untuk itulah, mereka menunggu niat baik Ahok untuk datang dan berdialod langsung dengan warga untuk mencari solusi terbaik.

()