uru Bicara Tim Gugus Tugas Pemkab Mimika untuk penanganan COVID-19, Reynold Ubra, SKM, M.Epid.

Timika, aktual.com – Juru Bicara Tim Gugus Tugas Pemkab Mimika untuk penanganan COVID-19 Reynold Ubra meminta warga di wilayah itu agar patuh terhadap imbauan pemerintah untuk tinggal di rumah sebagai satu-satunya cara untuk menghindari diri dari penularan COVID-19.

“Sejak awal pemerintah sudah menyampaikan bahwa rumah sakit, puskesmas, klinik dan tenaga kesehatan tidak cukup untuk merawat pasien COVID-19. Hanya dengan tetap di dalam rumah merupakan cara yang paling ampuh untuk menghentikan penularan virus ini,” ucap Reynold di Timika, Senin [06/4].

Dikatakan trend kasus COVID-19 di Mimika terus meningkat.

Pada Minggu (29/3) baru dua warga Mimika positif tertular COVID-19 yaitu pasien 01 dan pasien 02 yang menjalani perawatan di RSUD Mimika.

Selanjutnya pada Selasa (31/3), jumlah kasus positif COVID-19 di Mimika bertambah menjadi tiga orang. Pasien 03 sempat menjalani perawatan intensif selama sepekan di RS Tembagapura. DT, pasien 03 tersebut akhirnya meninggal dunia pada Jumat (3/4) dan dimakamkan pada Sabtu (4/4) bertempat di pemakaman keluarga karyawan PT Freeport Indonesia di Kelurahan Kuala Kencana.

Kepanikan warga Mimika semakin bertambah taatkala Dinas Kesehatan Provinsi Papua kembali mengumumkan penambahan jumlah pasien positif tertular COVID-19 di Mimika pada Minggu (5/4) menjadi delapan orang.

Lima kasus baru COVID-19 di Mimika itu terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium pada Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balibangkes) Provinsi Papua di Jayapura.

“Lima sampel baru yang positif itu semuanya dikirim dari RSUD Mimika dan sementara ini para pasien sedang dalam perawatan. Kami masih menunggu pemeriksaan 12 sampel lainnya yang telah dikirim ke Jayapura dan Jakarta,” kata Reynold.

Hingga kini masih terdapat 14 pasien sementara dalam perawatan di rumah sakit, tujuh pasien dirawat di RSUD Mimika dan tujuh pasien lagi dirawat di Rumah Sakit Tembagapura.

Selain itu, sebanyak 61 warga Mimika masuk dalam status orang dalam pemantauan (ODP), sementara 85 warga lainnya masuk dalam status orang tanpa gejala (OTG).

Menurut Reynold, penularan dan temuan kasus baru COVID-19 di Mimika berpotensi bertambah lantaran masyarakat masih tetap melakukan aktivitas seperti biasa di luar rumah.

“Kita semua harus belajar dari kejadian di Wuhan Tiongkok, Italia dan Iran dimana ada begitu banyak korban berjatuhan karena masyarakat tidak disiplin. Pemerintah daerah sudah menjamin bahan kebutuhan pokok di Timika masih tetap tersedia. Waktu dari pukul 06.00 hingga pukul 14.00 WIT telah diberikan kepada setiap orang untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga masing-masing. Tapi faktanya, di atas jam tersebut bahkan sampai malam hari aktivitas warga di Kota Timika masih tetap seperti biasanya,” ujar Reynold.

Pemerintah daerah, katanya, tidak pernah melarang atau membatasi siapa pun untuk berusaha guna memenuhi tuntutan kehidupannya masing-masing.

Hanya saja dalam situasi seperti saat ini dimana penyebaran COVID-19 di Mimika ditengarai sudah merambah ke berbagai sektor mulai dari fasilitas kesehatan, tempat-temapt umum seperti pusat perbelanjaan, pasar, tempat-tempat ibadah dan lingkungantetangga, Reynold meminta warga Mimika bijaksana dalam mengambil keputusan dan tindakan.

“Apakah kita membiarkan virus ini harus meyebar sampai ke kampung-kampung terpencil hanya karena alasan ekonomi. Tolong bijaksana menyikapi masalah ini,” pinta Reynold.

Penyebaran orang-orang yang ditengarai melakukan kontak erat dengan para pasien positif COVID-19 di Mimika tidak saja terjadi di Kota Timika, Kuala Kencana dan Tembagapura tetapi sekarang sudah mencapai wilayah Distrik Mimika Timur yaitu kawasan Mapurujaya, Pelabuhan Pomako dan sekitarnya.

(Eko Priyanto)