Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan untuk mewaspadai potensi hujan disertai angin kencang/Antara
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan untuk mewaspadai potensi hujan disertai angin kencang/Antara

Serang, Aktual.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan masyarakat Banten waspadai hujan lebat dan angin kencang disertai petir dan berpotensi menimbulkan bencana alam.

“Peringatan kewaspadaan dini cuaca buruk itu disampaikan ke instansi terkait, seperti BPBD, ASDP dan pengelola wisata,” katanya Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG, Stasiun Meteorologi Maritim Kelas I Serang, Tarjono, Senin (26/12).
Curah hujan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang dan petir/kilat melanda sebagian besar wilayah Banten.
Masyarakat Banten tentu diminta meningkatkan kewaspadaan jika cuaca buruk melanda daerah itu.
Biasanya, kata dia, potensi hujan tinggi dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang dan petir/kilat menimbulkan banjir, longsor dan angin puting beliung.
“Kami berharap kewaspadaan itu dapat mengurangi risiko kebencanaan,” katanya menjelaskan.
Menurut dia, sebagian besar wilayah Banten dilanda hujan itu berpeluang pagi dan siang berawan juga hujan ringan, sedang hingga lebat terjadi di Cikeusik, Panimbang, Labuan, Carita, Mandalawangi, Pandeglang, Padarincang, Serang, Rangkasbitung, Cimarga, Muncang, Gunung Kencana, Balaraja, Pasar Kemis, Tigaraksa, Curug, Tangerang, Serpong dan Ciputat.
Sedangkan malam hari berawan dan juga hujan ringan, sedang terjadi dini hari di Bayah, Cibeber, Malingping, Gunung Kencana, Wanasalam, Cimarga, Sobang, Cikeusik, Labuan, Carita, Mandalawangi dan Padarincang.
Suhu udara 22 hingga 30 derajat celcius dengan kelembapan udara 70 – 95 persen juga angin dari arah Barat Daya hingga Barat dengan kecepatan 05 – 35 km/jam.
Sementara itu, potensi tinggi gelombang selat Sunda bagian selatan atau Samudera Hindia berkisar 2.5 – 4.0 meter.
Cuaca buruk di Selat Sunda bagian selatan atau Samudera Hindia masuk kategori tinggi, sehingga nelayan, pelaku pelayaran dan wisatawan diminta waspada guna menghindari kecelakaan laut.
“Kami berharap pelaku pelayaran, nelayan dan wisatawan di Selat Sunda bagian selatan atau Samudera Hindia waspadai gelombang empat meter itu,” ujarnya.
(Warto'i)