Jakarta, Aktual.com — Di tengah meningkatnya persentase laki-laki dan wanita yang belum menikah di Malaysia, rupanya juga diikuti pula dengan tingginya jumlah peminat pada kencan ‘Halal’ atau layanan perjodohan secara Islami dalam kurun waktu akhir-akhir ini.

Hal ini cukup menunjukkan adanya kenaikan nilai-nilai kepatuhan dan ketaatan yang tinggi pada sejumlah masyarakat terhadap syariat Islam untuk melakukan pencarian jodoh secara Islami

“Ini aman seperti halnya perbankan syariah, di mana hal itu bukan hanya berlaku untuk umat Islam, namun itu juga berlaku yang lainnya juga. Hal yang berbeda adalah pada metode ini dilakukan secara Syariah, ” ujar Zuhri Yuhyi, salah satu pendiri biro Kencan Halal, demikian lapor laman Digest Malaysia pada Kamis (6/8).

Karena sesuai dengan kebutuhan Islam, misalnya, ketika seorang wanita ingin berinteraksi dengan laki-laki, mereka membutuhkan wali atau pendamping, atau anggota keluarga lainnya untuk hadir. Hal ini harus dilakukan dengan cara yang terhormat.

“Alasan untuk melakukan hal ini adalah bahwa kita ingin mempercepat prospek pertemuan calon. Saya percaya hal itu lebih efisien, misalnya jika saya punya teman yang ingin memperkenalkan saya dengan seorang wanita, mungkin memakan waktu yang cukup lama, ” tambahnya.

Yuhyi berbicara tentang layanan kencan, seperti halnya kencan  Halal, yaitu Mat Dan Minah, SingleMuslim.com, SecondWife.com dan media sosial lainnya, yang menawarkan Muslim lajang untuk diberikan kesempatan mengenal satu sama lain dan mungkin menemukan pasangan hidup mereka nantinya.

HalalSpeedDating.com, layanan yang diluncurkan oleh Yuhyi dan teman-temannya Norhayati Ismail dan Syed Azmi Alhabshi, menyediakan layanan media sosial yang lebih berbasis pada metode syariah yang dilakukan  secara Islami dengan menyertakan wali dalam prosesnya (wali dari calon mempelai), mahram (hubungan darah), atau pendamping.

Website yang baru dibuat ini pun menuai banyak pujian dan terbilang sukses.

“Ini berjalan sangat baik, karena kami mendapat tanggapan yang luar biasa. Kami menargetkan untuk 40 orang, tapi malah 1.200 orang yang berminat dan  mendaftarkan diri mereka. Lebih dari 90 persen menyatakan serius untuk menikah.”

“Ya, permintaan yang tinggi dan sangat diperlukan untuk menghindari banyak penyakit sosial, patah hati, dan seks pranikah.”

“Alasan kami menargetkan sekitar 80 orang untuk acara pertama kami adalah karena kapasitas tempat, dan batas waktu 3 jam. Beberapa pendaftar datang dari Singapura, Norwegia, dan bahkan kami menemukan adanya wanita dengan 18 tahun.”

“Dari 80, ada 14 yang disandingkan. Dan mengejutkan, ada lebih banyak perempuan daripada laki-laki, hal itu adalah sesuatu yang masih kita cari tahu, di mana mereka (pria)?”

Pada tahun 2010, mereka yang berusia 15 tahun ke atas yang belum menikah menyumbang angka 40 persen dari populasi di Malaysia, dengan 37 persen orang Malaysia di Kuala Lumpur, dan 35 persen dari mereka di Selangor belum mendapatkan pasangan.

Persentase laki-laki yang sudah  menikah (37,8 persen) lebih tinggi dibandingkan perempuan (32,2 persen).

()