Jakarta, Aktual.com – Mantan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudi Latif menyatakan Universitas Pertahanan (Unhan) bisa menjadi pusat “pembumian” semangat Bung Karno dan Pancasila.

Yudi Latif saat mengisi Seminar Nasional Memperingati Hari Kelahiran Pancasila bertema ‘Api Semangat Pancasila dalam Bela Negara’ yang dilaksanakan, di Auditorium Unhan RI, Bogor, Selasa, meminta agar TNI menjadi lokomotif pemecah kebuntuan di tengah masyarakat.
“Army harus menjadi leaders. Menjadi mobilisasi untuk mengisi negara ini dengan nilai-nilai Pancasila seperti yang dilakukan founding father,” kata Yudi Latif dalam siaran persnya.
“Sekarang terlihat sudah perpecahan antaranak bangsa, rasa tidak saling percaya, sebenarnya pada momen seperti ini, kita harapkan Sudirman itu hadir. Di mana kekuatan-kekuatan pertahanan negara jadi kekuatan rekonsiliasi nasional, tetapi tidak ikut campur dalam urusan politik praktis,” katanya lagi.

Dia pun mengulas tentang sistem pertahanan dalam perspektif Hari Lahir Pancasila.

Yudi menjadi narasumber utama bersama mahasiswa S3 Cohort Unhan, Hasto Kristiyanto yang juga Sekjen DPP PDI Perjuangan.

Lebih jauh, Yudi juga menilai pemuda Indonesia harus mengilhami semangat Proklamator RI Bung Karno dalam mengimplementasikan visi negara.
Bung Karno dan bapak bangsa lainnya, menurut Yudi, mampu melihat peluang untuk kemerdekaan RI di tengah gejolak dan tarik-menarik kepentingan kolonialisme.
“Jadi apa artinya 1 Juni soal pertahanan dan keamanan. 1 Juni ini satu khitah soal fitrah tentang apa yang kita maksud sebagai perjuangan. Dalam perjuangan itu bukan hanya bicara kekuatan berkelahi, tetapi kekuatan visi bersama, untuk bersatu,” katanya pula.
Dekan FKN Unhan RI Marsekal Muda Syamsunasir memandang acara ini bisa semakin memperkokoh semangat dan persatuan bangsa. Selain itu, diharapkan bisa menunjukkan kepada bangsa lain bahwa Indonesia bisa bersatu dengan Pancasila.
“Untuk menjalin persatuan dan kesatuan negara. Jadi momen ini kita buat sedemikian rupa, sehingga bangsa-bangsa di dunia bisa melihat bahwa Indonesia bisa bersatu di bawah Pancasila,” kata Syamsunasir.
Hasto Kristiyanto mengatakan pihaknya berharap acara ini bisa membangkitkan semangat generasi muda.
“Semangat kepeloporan kita bagi generasi muda. Di Universitas Pertahanan, kami diajarkan untuk membangun konsepsi, strategi pertahanan yang khas Indonesia. Semangat ini memberikan jiwa kepemimpinan kita dalam Pancasila,” kata Hasto.
Dia pun berharap, Pancasila bisa menjadi ideologi dunia, sehingga Pancasila tidak hanya sebagai ideologi bangsa, tapi mampu menjadi ideologi dunia dan menjadi jalan tengah solusi berbagai konflik-konflik yang terjadi.
Mahasiswa S3 Unhan Cecep Hidayat menyampaikan bahwa 1 Juni adalah fitrah dalam perjuangan Indonesia.
“Pancasila adalah dasar simpul segala keragaman. Kombinasi dari segala kekuatan visi yang beragam. semua menemukan momentumnya pada 1 Juni,” kata Cecep.
Pancasila dianggap sebagai jiwa bangsa, dasar daripada Indonesia merdeka, dan sekaligus pandangan Indonesia bagi dunia menjadi dasar keseluruhan kebijakan pemerintahan, katanya pula.
“Bahwa Pancasila sebagai falsafah bangsa, memberikan landasan idiil terhadap seluruh kebijakan pemerintahan negara termasuk di dalamnya pertahanan negara,” ujar Cecep pula. (Antara)
(As'ad Syamsul Abidin)