Jakarta, Aktual.com – Sedikitnya 15 orang yang diduga warga Somalia telah meninggal karena kehabisan oksigen di dalam truk peti kemas yang mengangkut mereka dalam penyelundupan manusia di Kabupaten Chembe di Provinsi Luapula, Zambia.

Semua korban tewas bergerombol di truk tersebut, yang juga berisi karung kacang-kacangan. Truk itu dicegat 20 kilometer dari Jembatan levy Mwanawasa, di perbatasan Zambia dengan Republik Demokratik Kongo (DRC).

Beberapa petugas Kongo mencegat truk tersebut setelah mendengar suara keras yang berasal dari truk itu, kata Zambia National Broadcasting Corporation pada Kamis (16/6).

Komisaris Polisi Copperbelt Charity Katanga mengkonfirmasi peristiwa tersebut tapi menyatakan polisi masih menunggu laporan lengkap.

Namun saksi mata yang bernama Humphrey Kapapula mengatakan kepada lembaga penyiaran negara itu bahwa 15 warga negara Somalia diduga telah meninggal di truk tersebut, demikian laporan Xinhua –yang dipantau di Jakarta, Jumat (17/6) malam. Menurut laporan lain, jumlah korban tewas 20.

Ia mengatakan truk itu diduga datang dari Tanzania dalam tindakan yang diduga sebagai penyelundupan manusia dan pengemudinya telah ditangkap untuk penyelidikan.

Ia menyatakan truk tersebut telah melewati Kasama, Ibu Kota Provinsi Zambia Utara dan membawa lebih dari 50 orang.

Radio Mano, stasiun swasta setempat yang berpusat di Kasama, menyiarkan gambar korban tewas di laman Facebooknya.

Para penyintas mengatakan kepada stasiun radio itu bahwa mereka dibawa dari satu truk ke truk baru tersebut, yang tak memiliki ventilasi, sehingga rekan mereka tewas.

Zambia telah menyaksikan peningkatan penyelundupan manusia, terutama yang melibatkan orang dari berbagai negara di Afrika Timur. Sejumlah truk yang berisi barang yang diduga terlarang telah dicegat dalam sejumlah keadaan.

(Antara)

(Nebby)