Jakarta, Aktual.com – PT Bank BRIsyariah Tbk (BRIS) terus gencar melakukan pembiayaan di tahun ini. Perseroan menargetkan bisa mengucurkan pembiayaan hingga Rp22,68 triliun. Dengan porsi di sektor ritel mencapai 66 persen.

“Target itu berarti naik 14-15 persen dari tahun lalu. Dan kita optimis bisa kucurkan pembiayaan hingga Rp22,68 triliun,” ungkap Direktur Operasional BRIS, Wildan di Jakarta, Selasa (26/6).

Dengan angka tersebut, kata dia, perseroan masih tetap akan lebih banyak menyalurkan ke sektor ritel dengan 66 persen. Dan sisanya di sektor komersial, salah satunya dengan penyaluran Kredit Perumahan Rumah (KPR).

Meski begitu, perseroan tetap akan menjaga rasio pembiayaan macet atau non performing finance (NPF) di angka di bawah batas dari regulator. “Saat ini, NPF kita masih di angka 4,32 persen. Itu masih di bawah aturan OJK. Dan kami akan terus tekan NPF ini,” ungkap dia.

Dengan target pembiayaan seperti itu, maka perseroan juga menargetkan perolehan laba senilai Rp225 miliar dengan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp28,28 triliun.