Sejumlah pengendara berusaha menerobos genangan air saat terjadi banjir di Kecamatan Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (22/1). Banjir itu akibat hujan yang mengguyur kota Makassar dalam dua hari terakhir. ANTARA FOTO/Yusran Uccang/foc/16.

Solo, Aktual.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo terus mewaspadai kemungkinan datangnya banjir. Pasalnya dari 51 kelurahan di lima kecamatan yang ada di Solo, 21 kelurahan diantaranya rawan banjir. Demikian disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solo, Gatot Sutanto di Solo, Jawa Tengah, Selasa (26/1).

“Ada Semanggi, Sangkrah, Kedunglumbu, Joyosuran dan Pasarkliwon (untuk kecamatan Pasar Kliwon), Panularan, Bumi, Pajang (untuk kecamatan Laweyan), Joyontakan, dan Tipes,” kata Gatot.

Selain itu, masih kata Gatot kelurahan rawan banjir ini adalah Serengan (untuk kecamatan Serengan), Sumber, Banyuanyar, Gilingan, Nusukan, Kadipiro (untuk kecamatan Banjarsari), serta Mojosongo, Gandekan, Sewu, Pucangsawit, dan kelurahan Jebres (untuk kecamatan Jebres).

Meski demikian, pihaknya mengaku telah mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir. Diantaranya adalah dengan melakukan pengecekan pintu air, penyediaan pompa air portabel dan melakukan pembersihan sampah di sungai.

Di Solo, lanjut Gatot ada empat sungai yang rawan banjir. Yakni Kali Pepe di wilayah utara Solo, Kali Jenes dan Kali Premulung di wilayah selatan, serta Bengawan Solo untuk wilayah timur. Sungai-sungai ini oleh Pemkot terus diwaspadai ketika datang musim penghujan.

Pelaksana harian (Plh) Penjabat (Pj) Wali Kota, Budi Yulistianto berharap melalui pembersihan sampah yang berada di sungai-sungai tersebut bisa menimalisir terjadinya banjir. Bahkan, kata dia, Pemkot juga telah melakukan prosedur pengamanan banjir bersama dengan dinas terkait.

()