Jakarta, Aktual.com – Ajeng Putri, Dharmajati Yusuf, dan Muhammad Ahsan Zaki. Tiga mahasiswa yang tergabung dalam jurnalis GEMA (media informasi mahasiswa) Politeknik Negeri Jakarta dikabarkan hilang saat meliput aksi demo menolak Omnibus Law di depan Istana Negara.

Mereka diketahui hilang kontak sejak 11.45 WIB. Hingga kini belum ada kabar keberadaan mereka.

View this post on Instagram

⚠️ WARNING ⚠️ Halo, Kawan GEMA. Untuk kalian yang sedang ikut aksi, kami butuh informasi. Kami kehilangan kabar dari 3 orang jurnalis GEMA dalam aksi Tolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja 8 Oktober 2020, atas nama: 1. Ajeng Putri PNJ/TGP/PB 2. Dharmajati Yusuf PNJ/TGP/PB 3. Muhammad Ahsan Zaki PNJ/TGP Lokasi terakhir di Istana Merdeka pukul 11.45 WIB Adapun ciri – cirinya sebagai berikut: 1. Menggunakan ID Pers GEMA 2. Menggunakan parka biru dongker bertuliskan GEMA di bagian punggung 3. Menggunakan baju hitam + rompi tanpa atribut pers (Muhammad Ahsan Zaki) Bagi yang bertemu dan/atau dapat menghubungi ketiganya, diharap langsung memberi laporan kepada pihak GEMA dengan nomor di bawah ini: 📞Indah: +62 856-9373-8020 📞Ninda: +62 812-1035-9992

A post shared by BO GEMA PNJ (@gemagazine_pnj) on

“Setelah itu kami lost contact sama dia, tapi mereka di status WhatsApp nya masih terlihat online sampai tadi jam 3 sore kayaknya itu dia udah enggak bisa dihubungi,” tutur Redaktur Pelaksana GEMA, Indah Sholihati, saat dihubungi, pada Kamis (8/10).

Rekan-rekan Ajeng, Dharmajati, dan Ahsan sudah mencari posisi mereka. Namun, tetap tak bisa dihubungi.

“Sampai sekarang belum ditemukan. Mereka bertiga liputannya barengan,” ujarnya.

Selain ketiga mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta, sebelumnya, 2 jurnalis pers mahasiswa dari Perslima UPI juga dikabarkan hilang dalam aksi. Keduanya adalah Amalia Azhara dan Syarifah Nuraini.

“Terakhir kontak jam 11.00 WIB,” kata salah satu rekan mereka, Sitin.

Namun keberadaan keduanya kini sudah ditemukan. Diketahui pada jumat (9/10) pukul 00.25 WIB, Amalia dan Syarifah sedang ditahan di Monas oleh aparat.

Syarifah memberi kabar kepada pihak keluarga bahwa mereka berdua besok pagi akan dipindahkan terlebih dahulu ke polda Jakarta Pusat untuk selanjutnya  dijemput pulang.

(As'ad Syamsul Abidin)