Jakarta, Aktual.com – Pasca bencana banjir bandang dan longsor di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa waktu lalu kini menyisakan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan segera.

Menyikapi hal tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) lansung ambil ancang-ancang membuat prioritas yakni percepatan peningkatan konektivitas untuk mempermudah pendistribusian logistik, proses evakuasi, dan ketersediaan sarana dan prasarana dasar masyarakat terdampak bencana.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana Kementerian PUPR Widiarto menjelaskan pihaknya akan fokus pada menjaga konektivitas jaringan jalan dan jembatan, menyediakan fasilitas air bersih/air minum, sanitasi dan hunian sementara (pengungsian), relokasi korban terdampak dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan penanganan kerusakan infrastruktur PUPR.

“Konsolisasi data dengan pihak-pihak terkait juga penting, nanti kita satu data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),” ujar Widiarto.

Widiarto menyebutkan Kementerian PUPR telah mengerahkan alat berat sebanyak 214 unit dan 80 unit sarana dan prasarana untuk memenuhi kebutuhan sanitasi dan air minum seperti Hidran Umum, Mobil Tangki Air, dan Mobil MCK.

 

(Nurman Abdul Rahman)