Masyarakat berebut gunungan onde-onde saat tradisi Kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW 1437 H di Lapangan Raden Wijaya Kota Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (24/12). Gunungan onde-onde setinggi 3 meter itu sebagai simbol jajanan khas Kota Mojokerto dan dijadikan sebagai agenda pariwisata tahunan setiap Maulid Nabi. ANTARA FOTO/Syaiful Arif/ama/15

Gowa, Aktual.com – Sebanyak 7.000 biji telur hias terpasang pada dua bakul raksasa dihiasi berbagai hasil bumi mewarnai peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Lapangan Syekh Yusuf Discovery Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (12/12).

Ratusan orang terlihat berjibaku dan terlihat saling berebut telur dan hasil bumi disaat penghujung acara perayaan kelahiran Nabi Muhammad SAW akan selesai. Hal ini dianggap sebagai ritual khas dalam bahasa Makassar adalah Maudu Adaka Ri Gowa sebagai berkah.

“Kegiatan besar ini sebagai sarana silaturahmi antara Pemerintah Daerah Gowa dengan masyarakatnya. Acara Maudu Adaka Ri Gowa ini sebagai cerminan aktivitas masyrakat gowa selama setahun yang dilambangkan dalam bentuk ‘Baku Maudu Kaddo Hallala’ berisi hasil bumi dari desa, kelurahan dan kecamatan se Kabaten Gowa,” ujar Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Gowa, H Syamsuddin Bidol.

Pelaksanaan Maulid itu, juga dirangkaikan pemberian sedekah beras kepada masyarakat dengan total bila dirupiahkan sebesar Rp57 juta yang diberikan oleh sejumah pejabat Pemda Gowa serta sejumlah stafnya didasari dengan keikhlasan serta ketulusan membantu sesama yang kesusahan.

Maulid atau dengan sebutan Maudu Adaka Ri Gowa tersebut mengangkat tema ‘Dengan Hikmah Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, Kita Wujudkan Kabupaten Gowa Sebagai Kabupaten Pendidikan di Sulawesi Selatan’.

Kegiatan ini diawali pembacaan doa kemudian barazanji dilakukan 20 orang tim dari Pemkab Gowa di Baruga Karaeng Pattingalloang, Kantor Bupati setempat. Kemudian dilanjutkan di lapangan Syekh Yusuf.

Bupati Kabupaten Gowa Adnan Purichta Ichsan pada kesempatan itu menuturkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diharapkan mendorong perbaikan akhlak serta moral masyarakat di Gowa dengan cara meneladani aspek perilaku dan kehidupan Muhammad menjalani kehidupan dalam keluarga serta rumah tangga dan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Melalui momentum Maulid ini mari kita meneladani jejak-jejak Rasulullah SAW seperti pada empat sifat utamanya yakni Siddik, Amanah, Tabliqh dan Fathanah,” ujar Adnan.

Selain Bupati, hadir pula Wakil Bupati Gowa, H Abd Rauf Malaganni, Sekda H Muchlis, Asisten Kesejahteraan Rakyat Pemprov Sulsel, H Muh Sidik Salam, Ketua TP PKK Kabupaten Gowa Priska Paramita Adnan, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Gowa Hj Mussadiyah Rauf, para Muspida Kabupaten Gowa serta pimpinan SKPD lingkup Pemkab Gowa.

Salah seorang peserta Ridwan 35 tahun yang ikut dalam prosesi Maudu Adaka Ri Gowa mengaku senang dan baru pertama kali melihat kegiatan tersebut, bahkan menurut informasi kegiatan sebesar ini kembali digelar setelah berpuluh tahun lamanya.

“Sangat ramai sekali, biar hujan masih saja orang datang. Saya dapat telur 12 biji karena tadi berebut. Acara besar ini baru dilaksanakan kembali setelah beberapa tahun lalu.”

(Wisnu)