Jakarta, Aktual.co — Kementerian Keuangan telah menetapkan peserta calon Dirjen Pajak sebanyak 11 orang. Para calon itu akan mengikuti proses seleksi berikutnya sehingga menjadi tiga orang.
Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran menilai lelang Dirjen Pajak yang dilakukan oleh kemenkeu tersebut hanya main-main.
“Lelang jabatan Dirjen Pajak ini main-main karena pesertanya pegawai negeri semua. Harusnya kalangan profesional atau non PNS juga diikutsertkan,” kata Koordinator Advokasi dan Investigasi FITRA Uchok Sky Khadafi usai menjadi pembicara dalam diskusi bertema “Evaluasi Hasil Seleksi Peserta Lelang Jabatan Dirjen Pajak” di Jakarta, Kamis (4/12).
Uchok menilai, selain proses seleksi main-main, sebelas peserta calon Dirjen Pajak juga diduga memiliki rekening gendut sehingga kredibilitasnya sangat diragukan untuk memimpin lembaga pengumpul pajak dari berbagai perusahaan.
Dia menyebut, jika pemilik rekening gendut tersebut terpilih menjadi Dirjen Pajak kinerjanya justru menjadi pelindung bagi perusahaan pengemplang pajak. “Kalau terpilih bisa menyelamatkan orang-orang tertentu yang tidak membayar pajak.”
Uchok mengatakan, agar tidak dianggap proses seleksi tersebut main-main, maka harus orang-orang yang memiliki moral dan integritas baik. Sehingga target penerimaan pajak bisa tercapai. Selain itu panitia seleksi juga harus memberikan tawaran dalam pencapaian target pajak.
Sementara itu, Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Johan Budi SP menilai korupsi saat ini tidak lagi memandang status sosial. Pasalnya, banyak tokoh pemuka agama atau masyarakat yang juga tersangkut masalah korupsi. Selain itu, tak luput figur pendidik akademisi juga ikut tergoda rayuan melakukan korupsi.
“Pemuka agama, ustadz, pendeta juga ada yang korupsi. Dan terbaru kemarin Kyai Haji Ketua DPRD Bangkalan ikut ditangkap KPK,” kata Johan.
Johan mengatakan, saat ini korupsi di Indonesia semakin berkembang pesat. Bahkan, terjadi regenerasi koruptor yang terbilang lebih baik. Koruptor tidak lagi berasal dari kalangan yang mendekati waktu pensiunnya. Contohnya Gayus Tambunan yang masih berusia 38 tahun, tapi mampu meraup harta dari hasil korupsi dengan jumlah yang terbilang luar biasa.
“Tapi ini orang masih muda sudah korupsi seperti Gayus Tambunan. Di usia 38 tahun sudah memiliki harta yang banyak sekali. KPK bahkan pernah menangkap koruptor yang berusia 28 tahun,” papar Johan.
Berikut ini 11 nama yang akan mengisi abatan Direktur Jenderal Pajak, adalah: 1. Catur Rini Widosari, 2. Dadang Suwarna, 3. Muhammad Haniv, 4. Poltak Maruli John Liberty Hutagaol, 5. Puspita Wulandari, 6. Rida Handanu, 7. Sigit Priadi Pramudito, 8. Suryo Utomo, 9. Edi Slamet Irianto, 10. Ken Dwijugiasteadi, 11. Wahju Karya Tumakaka.
Artikel ini ditulis oleh:
Wisnu
















