Jakarta, Aktual.com — Pasca mengalami kenaikan pekan lalu, laju rupiah kembali mengalami pelemahan seiring mulai berkurangnya imbas kebijakan pemerintah dan BI, serta deflasi.

Di sisi lain, pelemahan pada sejumlah data-data AS yang dibarengi dengan kembali naiknya harga minyak mentah dunia tidak banyak membuat laju dolar AS mengalami pelemahan.
“Meskipun penguatan yang terjadi masih di bawah mata uang Yen, Eruo, dan Swissfranc. Rupiah pun tidak dapat memanfaatkon kondisi dolar AS tersebut sehingga akhirnya kembali melemah ke level support baru sekitar Rp14.700 per,” ujar Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada.
Pada Senin (5/10) Reza memprediksi laju rupiah di bawah target support 14.685, yaitu Rp14.715-14.690 (kurs tengah BI). Kembali melemahnya laju rupiah membuat peluangnya melanjutkan pelemahan, jika tidak ada perbaikan sentimen.
“Tetap harus dapat menyesuaikan dengan riil lapangan dan mencermati sentimen di pasar,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh: