Jakarta, Aktual.co —Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsuddin menilai kenerja Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said seperti peribahasa “buruk muka cermin dibelah.” Pernyataan ini dilontarkan Didi menanggapi Menteri ESDM, yang mengatakan bahwa usul pembubaran Petral dulu selalu terhambat di meja mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Dikatakan Didi, sejak berjalannya pemerintahan Joko Widodo sudah banyak masalah terjadi. Misalnya, di awal kepemimpinan Jokowi, di mana saat harga minyak dunia sedang turun, namun pemerintah menaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Kemudian setelah itu naiknya harga tarif listrik, yang tanpa pemberitahuan sebelumnya. Menurutnya, hal itu didasari kinerja yang minim sehingga Sudirman Said melemparkan isu menyalahkan orang lain, seperti peribahasa “buruk muka cermin dibelah.”
“Dia pikir dengan memfitnah SBY, rakyat lupa dengan segala persoalan. Harga-harga melambung, mau lebaran bayar kebutuhan mahal,” kata Didi di Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (23/5).
Diungkapkan Didi, sikap Sudirman Said sebagai seorang anggota kabinet juga seperti ingin menjadi pahlawan, dengan melempar isu yang dianggap tidak penting. Padahal masih ada isu yang lebih penting dan menyedihkan. “Seperti beras plastik ada di mana-mana. Saya pikir lebih penting itu. Saya berharap bukan cara seperti ini yang dilakukan seorang menteri. Jangan karena prestasi minim, membuat isue-isue, memfitnah,” pungkasnya.
Artikel ini ditulis oleh:
















