Jakarta, Aktual.Com – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochamad Iriawan mengatakan pihaknya telah memeriksa 10 orang saksi untuk menyelidiki penyebab terbakarnya Kapal Motor (KM) Zahro Express di perairan Muara Angke, Jakarta Utara, Minggu (1/1/2017).
Karena kata Iriawan ada ketidakcocokan antara yang tercatat pada manifes dengan jumlah penumpang yang sebenarnya.
“Kita periksa 10 orang saksi,” jelas Iriawan di Muara Angke, Jakarta Utara, Senin (2/1/2017).
Namun demikian, Iriawan belum mau menyebutkan siapa saja yang telah diperiksa oleh pihaknya, beberapa pihak yang berasal dari Syahbandar Muara Angke, Dinas Perhubungan (Dishub) dikabarkan pihak yang termasuk diperiksa oleh kepolisian.
Polisi kata dia juga tengah mendalami ketidakcocokan jumlah manifes dengan jumlah penumpang sebenarnya yang berada di atas kapal. Dari data manifes, KM Zahro Express disebut memuat 100 penumpang, sementara kapal itu diperkirakan mengangkut 258 penumpang sebelum akhirnya terbakar.
“Terus batas kapal maksimal 285 orang akan kita dalami, akan kita cek ke perhubungan laut, apakah lisensinya sama nggak dari perhubungan laut,” terang dia.
Sebelumnya diberitakan, KM Zahro Express terbakar saat dalam perjalanan dari Dermaga Kaliadem Muara Angke menuju Pulau Tidung, Kepuluan Seribu. 20 Orang korban diyatakan telah meninggal sedangkan sekitar 17 orang yang masih dinyatakan hilang karena insiden tersebut.
Artikel ini ditulis oleh:
Bawaan Situs

















