Jakarta, Aktual.com- Rencana PT Pertamina (Persero) yang akan menyuplai LNG ke Negara Bangladesh serta membangun fasilitas penerimaan LNG menjadi tamparan keras terhadap wacana impor LNG dari Singapura.
Pasalnya menurut Center off Energy and Resources Indonesia (CER), disinyalir wacana impor itu karena PLN tidak mau menyerap LNG dari Pertamina.
“PLN lebih memilih melelangkan keperluan pembangkit listriknya yang sekaligus disertai dengan fasilitas penyimpanan dan regasifikasi LNG. Padahal strategi bisnis seperti ini, sebenarnya PLN telah mengabaikan Pertamina sebagai sesama BUMN. PLN lebih memilih pihak lain, untuk menyediakan infrastruktur LNG,” ujar Direktur CERI, Yusri Usman, Sabtu (16/9).
Yusri menceritakan, sebenarnya Pertamina diwakili Direktur Energi Baru Terbarukan, Yeni Andayani lebih duluan menandatangi MoU dengan Pavilion Energy Ltd kerimbang PLN saat ini. MoU Pertamina tersebut dilakukan pada 12 Juni 2016 di Singapura.
Perihal ini terjadi karena PLN yang diharapkan sebagai ‘anchor buyer’ pembangunan infrastruktur LNG domestik, ternyata enggan bekerja sama dengan Pertamina. Karena itu Pertamina melakukan ekspansi memperluas pasar ke luar negeri untuk menjual LNG ia miliknya.
Untuk diketahui, Indonesia masih banyak kargo LNG yang belum terserap, dan kargo gas yang tidak terserap ini memiliki tren yang terus meningkat. Pada 2014 ada 22 kargo, rinciannya 16 kargo diekspor dan sisanya untuk domestik. Setahun kemudian membengkak jadi 66 kargo, rinciannya 60 kargo diekspor dan 6 kargo untuk dalam negeri. Tahun lalu juga ada 66,6 kargo tidak terserap, rinciannya 43 kargo diekspor dan 23,6 kargo untuk dalam negeri.
Terkait Rencana Pertamina ekspansi ke Bangladesh, Direktur Gas Pertamina, Yenni Andayani menjelaskan nantinya selain melakukan suplai LNG, Pertamina juga akan membangun fasilitas penerimaan LNG yang terdiri dari Floating Storage and Regasification Unit (FSRU), mooring dan infrastruktur off-loading, sub-sea dan pipa gas onshore ke grid gas alam.
“Ini baru awal kerjasama, dibuka kesempatan untuk pengembangan bisnis, kita akan bicara lebih lanjut teknisnya nanti,” kata Yenni, Jumat (15/9).
Pewarta : Dadangsah Dapunta
Artikel ini ditulis oleh:
Bawaan Situs






















