Banda Aceh, Aktual.co — Tim Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh memasang Global Positioning Satelit (GPS) pada leher gajah liar. GPS tersebut dipasang menjadi kalung pada gajah liar.

“Teknologi GPS collar yang sekarang telah dipasang di dua individu gajah di Bener Meriah. GPS collar biasa mentransfer data dan dapat diakses via internet setiap 5 jam sekali,” ujar Kepala BKSDA Aceh Genman S. Hasibuan, kepada Aktual.co Sabtu (21/2).

Ditambahkannya, GPS collar yang dipasangkan hasil kerjasama antara BKSDA dan  Pusat Kajian Satwa Liar-FKH Unsyiah. Wahdi Azmi dari FKH Unsyiah menyampaikan, bahwa pihaknya sedang menggandeng institusi Max Planck dari Jerman dalam mengembangkan aplikasi teknologi itu.  Dengan GPS itu, pihaknya bisa memantau pergerakan gajah liar di Aceh.

Di kesempatan yang sama, Kepala Balai BKSDA Aceh menyebutkan pihaknya serius mengatasi konflik gajah dan manusia di Aceh. Disebutkan, pihaknya akan menempatkan tim khusus yaitu CRU (Conservation Response Unit) yang diproyeksikan untuk dapat melaksanakan tupoksi BKSDA di wilayah kerjanya.
 
“CRU di Aceh sejak 2002 dan telah di replikasi di banyak tempat lain di Sumatera. Kita akan pertahankan dan kembangkan konsep ini, CRU sekaligus merupakan pintu gerbang keterlibatan pemerintah daerah lebih jauh dalam upaya-upaya konservasi satwa liar di Aceh,” katanya lagi.
 
Disamping itu, pihaknya kini membutuhkan tujuh CRU di Aceh. Sehingga bisa maksimal melakukan penanganan persoalan gajah liar di Aceh.

Artikel ini ditulis oleh: