Jakarta, Aktual.co — Jajaran Polres Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan telah menangkap 12 orang terkait pertikaian antar kampung di Kecamatan Pulaulaut Tengah, Kotabaru.
Kapolres Kotabaru Ajun Komisaris Besar Polisi Rizal Irawan mengatakan, tidak menutup kemungkinan jumlah warga yang diamankan akan bertambah.
“Mereka diamankan untuk dimintai keterangan, dan dari keterangan tersebut akan ditemukan siapa berperan apa,” kata Alfian didampingi Kasat Reskrim Ajun Komisaris Polisi Alfian Tri Permadi di Kotabaru, Jumat (8/5).
Pertikaian antara warga Desa Sungai Pasir dengan Desa Semisir Tanjung Lauran pada Kamis (7/5) dini hari di Semisir telah mengakibatkan seorang tewas yakni, Syahrudin 40 tahun, warga Sungai Pasir dan menyebabkan empat luka akibat sabetan benda tajam. Empat warga yang luka tersebut terdiri dari, tiga orang warga Semisir Tanjung Lauran dan seorang warga Sungai Pasir.
Peristiwa tersebut bermula ketika, Kamis (7/5) siang Ramli bersama lima orang temannya usai membongkar semen di Tanjung Ladong, Pulaulaut Tengah, Kotabaru haus dan hendak membeli minuman di warung. Ramli yang mengendarai kendaraan roda dua dan berboncengan dengan Arman masuk warung yang dituju menjumpai enam orang yang diduga sedang mabuk ada di dalam warung tersebut, sementara empat temannya menunggu di luar warung.
Arman yang membawa parang diikat di pinggang itu tiba-tiba ditegur oleh salah satu dari enam warga yang diduga mabuk yang sudah ada di dalam warung itu.
“Untuk apa parang itu, dan Arman menjawab tidak apa-apa,” kata Kasat Reskrim mengutif keterangan dari warga.
Tiba-tiba Arman dan Ramli dipukul oleh salah seorang dari enam warga yang tidak dikenal tersebut. Dan keduanya melarikan diri dan sepeda motornya ditinggal.
Tidak cukup memukul dua orang yang masuk warung, kawanan yang diduga pemabuk tersebut mendatangi empat teman Ramli yang menunggu di luar warung.
Takut menjadi bulan-bulanan, empat teman Ramli tersebut lari menghindari amukan dengan menggunakan satu sepeda motor, sementara satu kendaraan lainnya ditinggal di lokasi kejadian. “Mereka yang melarikan diri ini melapor kepada keluarganya, bahwa ia dan teman-temannya baru saja dipukul warga yang diduga mabuk di sebuah warung,” kata dia.
Mendengar laporan tersebut, keluarga korban langsung mendatangi warung yang diduga menjadi tempat mabuk. Namun di tempat tersebut kosong hanya pemilik warung yang ada.
Pemilik warung mengatakan, bahwa kalau ingin menemui enam orang yang tidak dikenal tersebut, mereka di tunggu di sebuah tempat. Keluarga korban yang berjumlah lebih dari enam orang tersebut menggunakan dua mobil menuju lokasi yang ditunjuk oleh pemilik warung.
Sebelum tiba di tempat yang ditunjuk, keluarga korban menemukan dua unit kendaraan yang ditinggalkan di pakai oleh dua orang yang juga tidak dikenal itu. “Dua orang tersebut langsung dipukul oleh keluarga korban, dan mereka kembali mencari para pelaku ke lokasi yang ditunjuk pemilik warung,” ujar dia.
Menurut informasi, di lokasi yang dituju sudah ada sekitar tiga orang menunggu di tengah kegelapan. Melihat sudah ada yang menunggu, Syahrudin langsung turun dari mobil dan mendatangi kawanan orang yang telah melakukan pemukulan. Sementara teman yang lainnya masih berada di mobil.
Dalam kegelapan tersebut terjadi pertikaian antara Syahrudin dan beberapa orang yang sudah menunggu dengan menggunakan parang. Akibatnya, Syahrudin ditemukan banyak luka, di antaranya di leher dan bagian tubuh yang lain akibat benda tajam.
Peristiwa tersebut menyebabkan Syahrudin meninggal dunia, tiga warga warga Semisir dan satu orang Sungai Pasir menderita luka, dan mereka kini dirawat di rumah sakit.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu