Teheran, aktual.com – Sebagian warga Iran telah diberikan akses ke internet setelah beberapa hari pemadaman internet berskala nasional, seperti dilaporkan oleh kantor berita semiresmi Mehr pada Sabtu (17/1), tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Pada Sabtu yang sama, negara itu juga memulihkan layanan pesan singkat (SMS).
Iran memberlakukan pembatasan internet yang ketat terhadap akses ke internet global dan menghentikan layanan SMS pada 8 Januari, dengan alasan kerusuhan dan serangan teroris yang menargetkan warga sipil, pasukan keamanan, dan bangunan publik.
Pada Senin (12/1), media mengutip pernyataan otoritas siber tertinggi Iran yang menyatakan bahwa akses internet akan tetap dibatasi hingga pejabat terkait memastikan pemulihan keamanan penuh.
Berbagai aksi unjuk rasa terjadi sejak akhir Desember tahun lalu di beberapa kota di Iran akibat depresiasi tajam nilai tukar mata uang rial.
Otoritas telah mengakui adanya aksi unjuk rasa itu dan menyatakan kesiapan menangani keluhan ekonomi, seraya memperingatkan agar tidak terjadi kekerasan, vandalisme, dan kerusuhan.
Awalnya berlangsung damai, berbagai aksi unjuk rasa secara bertahap berubah menjadi kekerasan, mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan kerusakan pada fasilitas umum, masjid, gedung pemerintah, dan bank, terutama pada 8 dan 9 Januari.
Otoritas Iran menuding Amerika Serikat dan Israel terlibat dalam aksi unjuk rasa tersebut.
Artikel ini ditulis oleh:
Rizky Zulkarnain

















