Jakarta, aktual.com – Pernyataan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin soal perombakan direksi bank Himbara disorot. Sjafrie dinilai melewati kewenangannya.
”Ya ini menurut saya pernyataan Pak Sjafrie mengindikasikan pertama Pak Sjafrie sudah membuat pernyataan yang di luar tupoksi. Kalau dalam istilah sepak bola offside itu,” kata pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansah saat dihubungi, Minggu, 1 Februari 2026.
Dia menilai Sjafrie tengah bermain api. Sebab, selalu menyampaikan pernyataan di luar tugas pokok dan fungsinya.
”Kedua, sepertinya Pak Sjafrie ini bermain api. Jadi dia mencoba mengobok-obok di luar kewenangannya,” ungkap dia.
Seperti pernyataan soal Bandara IMIP di Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng).
”Kasus morowali katanya bandara yang langsung (penerbangan internasional), itu kan pernyataan dari Pak Sjafrie,” kata Trubus.
Dia menilai Sjafrie tidak hanya mencari panggung melalui sejumlah pernyataan kontroversi tersebut. Namun, mencoba mencari panggung.
”Jadi ini Pak Sjafrie ini seeprtinya bukan hanya mencari panggung, tapi mencoba mengintervensi berbagai kepentingan di luar kepentinganya,” ujar Trubus.
Menurut Trubus, hal itu harus segera diantisipasi. “Jadi kalau kita lihat rangkaian dari pernyataannya ini kan menyebabkan turbelensi politik jadi tinggi,” kata Trubus.
Trubus pun menyarankan agar internal pemerintah segera mengantisipasi pernyataan Sjafrie yang dinilai kontroversi tersebut. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) dan instrumen lainnya diminta segera mengeluarkan pernyataan resmi agar pernyataan kontroversial tidak menimbulkan polemik.
”Lebih tepat memang harus difungsikan ini, agar dia tidak mengatasnamakan pemerintah, atau bahkan presiden, itu kan ada jubir (juru bicara), ada KSP, ada Bakom, itu harusnya memberikan informasi yang utuh,” pungkas Trubus.
”Penguatan di Setneg dan Setkab itu langsung meng-counter informasi itu, itu aja. Otomatis nanti suara Pak Sjafrie akan tenggelam dengan sendirinya,” imbuh Trubus.
Artikel ini ditulis oleh:
Rizky Zulkarnain

















