Jakarta, aktual.com – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengunjungi mantan Panglima TNI Laksamana TNI (Purn) Widodo AS di kediamannya di Jakarta, Kamis. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi antara pejabat aktif dan para senior TNI.
Dalam siaran resmi yang diterima di Jakarta, Sjafrie menyampaikan bahwa kunjungan itu sarat makna historis dan nilai keteladanan.
“Kunjungan silaturahmi saya, bersama Wamenhan, Wapang TNI & Kabaloghan kepada Laksamana TNI (Purn) Widodo AS menjadi momentum penuh makna untuk kembali menyambung benang merah sejarah, pengabdian dan keteladanan dalam tubuh TNI,” ujar Sjafrie.
Sjafrie menjelaskan, Widodo AS merupakan Panglima TNI pertama yang berasal dari TNI Angkatan Laut dan menjabat pada periode 1999–2002. Menurutnya, kepemimpinan Widodo meninggalkan banyak pelajaran strategis bagi generasi penerus di tubuh TNI.
“Beliau meninggalkan jejak kepemimpinan strategis, warisan nilai tentang integritas, disiplin dan loyalitas kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Sjafrie.
Ia menilai, pengalaman panjang Widodo dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia menjadi fondasi penting dalam memperkuat postur pertahanan nasional saat ini.
“Pengalaman panjang beliau dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia adalah bagian dari fondasi kekuatan pertahanan kita hari ini,” jelasnya.
Melalui silaturahmi tersebut, Sjafrie berharap solidaritas antara para senior dan pejabat aktif TNI semakin kokoh. Ia menekankan pentingnya menghargai peran dan kontribusi para pendahulu dalam membangun institusi pertahanan negara.
“Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pendahulunya. Dari para senior, kita belajar tentang keteguhan sikap, kejernihan strategi, dan keberanian mengambil keputusan demi kepentingan bangsa dan negara,” tutup Sjafrie.

















