Jakarta, aktual.com – Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan agar posisi Republik Indonesia harus tetap berlandaskan politik bebas aktif setelah bergabung dengan Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP).
Menurut dia, keikutsertaan Indonesia dalam BoP harus berkontribusi nyata terhadap penyelesaian krisis kemanusiaan di Gaza serta mendorong terwujudnya kemerdekaan Palestina.
“DPR RI berkomitmen mendorong terwujudnya tata dunia yang lebih adil, damai, dan sejahtera bagi seluruh umat manusia,” kata Puan saat berpidato dalam Rapat Paripurna Penutupan Masa Persidangan di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (19/2).
Selain itu, dia meminta pemerintah harus dapat mengoptimalkan posisi strategis Indonesia sebagai Presiden Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam BoP.
Menurut dia, hal tersebut sudah ditegaskan dalam Piagam PBB dan amanat Pembukaan UUD 1945 di mana, Indonesia ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
“Prinsip ini memastikan bahwa diplomasi Indonesia bukan sekadar simbolik, melainkan berdiri teguh pada kedaulatan, kesetaraan, dan penghormatan terhadap hukum internasional,” kata dia.
Dalam kerangka diplomasi parlemen, menurut dia, DPR RI telah memperkuat hubungan bilateral melalui pertemuan dengan delegasi parlemen negara sahabat, seperti Korea Selatan, Jepang, Sudan, Kuwait, Iran, Kuba, Albania, Afrika Selatan, Aljazair, dan Amerika Serikat.
“Melalui fungsi diplomasi, DPR RI berperan aktif mendukung politik luar negeri Indonesia, membangun kepercayaan antarnegara, serta menginisiasi dialog atas berbagai isu global,” katanya.
Artikel ini ditulis oleh:
Rizky Zulkarnain

















