Waingapu, Aktual.com – Dalam semangat berbagi di bulan suci Ramadan, PT Muria Sumba Manis (MSM) memberikan bantuan kepada Masjid Agung Al-Jihad Waingapu untuk mendukung kegiatan safari Ramadan di wilayah Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT MSM bagi warga Muslim di Kota Waingapu yang akan menggelar kegiatan safari Ramadan di Desa Tapil, Kecamatan Rindi.

CSR dan Communication PT MSM, Simon Silitonga, mengatakan bantuan yang diberikan berupa dana sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa sekaligus mendukung pelaksanaan kegiatan safari Ramadan.

“Kami harap bantuan berupa uang ini, walaupun nilainya tidak seberapa, dapat membantu pelaksanaan kegiatan safari Ramadan besok di Desa Tapil. Semoga pemberian ini bermanfaat bagi saudara-saudara kami Muslim,” kata Simon, Jumat (6/3/2026).

Ia menambahkan kegiatan tersebut juga menjadi bentuk komitmen perusahaan untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam momentum keagamaan seperti Ramadan.

Menurut Simon, kegiatan safari Ramadan tersebut mengusung tema “Ramadan Penuh Arti dengan Berbagi”, yang diharapkan dapat mempererat hubungan antara perusahaan dan masyarakat sekitar.

Sementara itu, Koordinator Pelaksana kegiatan, Habibudin, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh PT Muria Sumba Manis.

Ia berharap bantuan tersebut dapat membawa kebahagiaan bagi warga Muslim di lingkungan Masjid Agung Al-Jihad Waingapu dalam menyemarakkan kegiatan safari Ramadan bersama masyarakat di Desa Tapil.

“Kami berharap bantuan ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian perusahaan, tetapi juga dapat memberikan semangat dan kebahagiaan bagi warga Muslim dalam menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan,” ujarnya.

Kegiatan safari Ramadan tersebut direncanakan berlangsung pada Sabtu (7/3/2026) dengan melibatkan warga Muslim di Desa Tapil dan sekitarnya sebagai upaya mempererat tali silaturahmi di tengah masyarakat.

(Budian Biro NTT)

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi