Jakarta, Aktual.com – Pemerintah menyiapkan berbagai skenario keberangkatan jemaah haji Indonesia di tengah meningkatnya konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran di kawasan Timur Tengah.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan jemaah haji Indonesia yang akan berangkat pada musim haji tahun ini.
Menurut Dahnil, pemerintah telah menyiapkan sejumlah skenario sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan aspek keselamatan jemaah sebagai prioritas utama.
“Petunjuk Presiden adalah menyiapkan berbagai skenario. Orientasi utamanya memastikan keselamatan warga negara Indonesia yang akan menunaikan ibadah haji pada April nanti,” kata Dahnil di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (10/3) malam.
Salah satu skenario yang disiapkan pemerintah adalah perubahan rute penerbangan jemaah haji untuk menghindari wilayah yang berpotensi terdampak konflik.
Menurut Dahnil, pemerintah tengah mengkaji sejumlah jalur alternatif penerbangan agar perjalanan jemaah tetap aman hingga tiba di Tanah Suci.
“Keamanan penerbangan menjadi perhatian utama. Karena itu kami menyiapkan kemungkinan perubahan rute penerbangan, misalnya melalui jalur selatan atau bahkan melalui Afrika,” ujarnya.
Selain perubahan rute penerbangan, pemerintah juga membuka kemungkinan skenario penundaan keberangkatan jemaah haji apabila situasi keamanan di kawasan Timur Tengah semakin memburuk.
Dahnil menjelaskan skenario tersebut menjadi opsi terakhir jika konflik meningkat dan berpotensi membahayakan keselamatan jemaah.
“Nah kemudian skenarionya seperti saat pandemi COVID-19 lalu. Jika situasi benar-benar membahayakan keselamatan jemaah, maka opsi penundaan bisa saja muncul,” katanya.
Sesuai jadwal, keberangkatan pertama jemaah haji Indonesia direncanakan berlangsung pada pertengahan April 2026. Tahun ini Indonesia mendapatkan kuota sekitar 221.000 jemaah yang akan menunaikan ibadah haji di Arab Saudi.
Pemerintah memastikan seluruh langkah mitigasi terus disiapkan untuk mengantisipasi perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah yang dapat memengaruhi perjalanan ibadah haji tahun ini.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka Permadhi

















