Sejumah pemudik bersepeda motor memasuki kapal penyeberangan menuju Pulau Jawa pada H-4 Idul Fitri 1437 H di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, Sabtu (2/7). Pelabuhan Gilimanuk mengoperasikan 40 kapal dengan 192 trip namun antrean kendaraan tetap terjadi akibat membludaknya pemudik. ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/kye/16.

Jakarta, Aktual.com – Anggota Komisi V DPR RI Sudjatmiko mendesak Kementerian Perhubungan bersama lembaga terkait segera mengambil langkah cepat dan konkret untuk mengurai kemacetan parah yang terjadi di jalur Denpasar menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.

Kemacetan panjang dilaporkan terjadi pada arus mudik, Minggu (15/3/2026), dengan antrean kendaraan mengular hingga sekitar 45–50 kilometer menuju pelabuhan penyeberangan tersebut. Akibatnya, ribuan pemudik terjebak berjam-jam di jalan tanpa kepastian waktu penyeberangan.

Sudjatmiko menilai kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang sedang melakukan perjalanan mudik.

“Kemacetan hingga puluhan kilometer ini menunjukkan perlunya langkah penanganan yang cepat, terkoordinasi, dan terukur. Negara harus hadir memastikan para pemudik bisa melakukan perjalanan dengan aman dan manusiawi,” kata Sudjatmiko dalam keterangannya.

Ia meminta Kepolisian Negara Republik Indonesia, PT ASDP Indonesia Ferry, serta pemerintah daerah memperkuat koordinasi untuk melakukan rekayasa lalu lintas dan meningkatkan manajemen penyeberangan agar antrean kendaraan dapat segera terurai.

Menurutnya, koordinasi dengan operator penyeberangan perlu diprioritaskan agar kapasitas layanan bisa ditingkatkan sesuai lonjakan kendaraan yang terjadi selama arus mudik.

Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa itu juga mendorong penambahan armada kapal feri jika diperlukan untuk mempercepat proses penyeberangan.

“Jika memang diperlukan penambahan armada ferry untuk mempercepat proses penyeberangan, maka langkah itu harus segera dilakukan. Jangan menunggu antrean makin panjang dan masyarakat semakin lama terjebak di jalan,” ujarnya.

Sudjatmiko juga menekankan pentingnya penerapan manajemen antrean yang lebih tertib dan transparan, termasuk pemanfaatan teknologi informasi untuk memantau kepadatan kendaraan secara real time sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi perjalanan yang akurat.

Ia menilai lonjakan kendaraan saat musim mudik seharusnya dapat diprediksi sejak awal sehingga kesiapan armada, pengaturan jadwal penyeberangan, dan rekayasa arus kendaraan harus dipastikan berjalan optimal.

Menurutnya, evaluasi menyeluruh perlu dilakukan agar kemacetan ekstrem di jalur strategis tersebut tidak terus berulang setiap musim mudik.

“Kita ingin sistem transportasi yang lebih siap dan responsif. Pemerintah harus memastikan mudik berlangsung aman, lancar, dan manusiawi,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi