Presiden Prabowo Subianto mengungkap kebiasaannya mengikuti perkembangan isu global sejak dini hari. Ia mengaku kerap terbangun sekitar pukul 03.00 WIB untuk memantau informasi internasional, terutama melalui platform digital, agar tetap responsif terhadap dinamika global.
Dalam diskusi bersama jurnalis senior dan pengamat di Hambalang, Jawa Barat, Prabowo menyebut dirinya sudah terbiasa berada dalam arus informasi yang padat. Ia bahkan melabeli dirinya sebagai bagian dari kalangan yang tak bisa lepas dari berita.
“Kita ini sudah seperti ‘news junkies’, terus mengikuti perkembangan,” ujarnya, dikutip Jumat (20/3/2026).
Menurut Prabowo, kebiasaan bangun dini hari dipengaruhi oleh perbedaan waktu Indonesia dengan negara lain. Saat Indonesia memasuki dini hari, sejumlah peristiwa penting di kawasan lain justru sedang berlangsung.
“Jam tiga pagi di sini, di Washington DC masih sore. Kalau ada pemimpin dunia menyampaikan sesuatu, saya bisa langsung mengikuti,” kata dia.
Ia menambahkan, kebiasaan itu membuatnya dapat merespons isu global dengan cepat, bahkan dalam waktu yang berdekatan dengan pernyataan yang muncul di luar negeri.
Di tengah ritme kerja yang padat, Prabowo menegaskan tetap menjaga kebutuhan istirahat. Ia mengaku memiliki pola tidur yang tidak kaku dan bisa menyesuaikan kondisi.
“Saya terbiasa tidur di mana saja, di kendaraan atau saat perjalanan. Ini mungkin kebiasaan sejak di militer,” ujarnya.
Selain itu, ia juga memanfaatkan waktu jeda di antara agenda untuk beristirahat singkat. Durasi 15 hingga 30 menit dinilainya cukup untuk memulihkan energi sebelum kembali melanjutkan aktivitas.
“Kalau ada waktu kosong, saya gunakan untuk tidur sebentar. Lima belas menit saja sudah terasa seperti mengisi ulang tenaga,” tutur Prabowo.
Artikel ini ditulis oleh:
Andry Haryanto

















