Jakarta, aktual.com – Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhamad Isnur mendesak pengusutan tuntas terhadap kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus. Ia menilai proses yang berjalan saat ini belum menyentuh aktor utama di balik peristiwa tersebut.
Isnur menyatakan kekecewaannya atas pelimpahan perkara ke Puspom karena dinilai belum mengungkap dalang di balik kejadian itu. “Ini sangat mengecewakan,” katanya, di Jakarta, Selasa (31/3/2026).
YLBHI turut mengusulkan pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen untuk membantu mengurai kasus yang dinilai kompleks. Ia menilai keterlibatan masyarakat sipil penting, mengingat adanya indikasi kesulitan dalam menelusuri fakta di lapangan.
“Kami mendorong segera dibentuk TGPF,” kata Isnur.
Selain itu, ia mengingatkan agar penanganan perkara tidak berhenti pada sejumlah pelaku saja. “Kami khawatir hanya empat pelaku,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, temuan pihaknya menunjukkan jumlah pelaku lapangan lebih banyak dari yang telah disampaikan sebelumnya. “Bukan hanya empat, tapi 16,” katanya.
Isnur juga menekankan pentingnya proses hukum di peradilan umum guna membuka fakta secara lebih luas serta memberikan perlindungan kepada saksi. Menurutnya, kesimpulan yang berkembang saat ini masih bersifat sementara dan belum mencakup temuan baru.
Dalam pembahasan di Komisi III DPR RI, YLBHI meminta aparat penegak hukum melanjutkan penyidikan hingga seluruh pihak yang terlibat terungkap. “Jangan berhenti di sini,” kata Isnur.
Artikel ini ditulis oleh:
Rizky Zulkarnain

















