Jakarta, Aktual.com – Fraksi Partai Gerindra DPR RI mengecam keras serangan Israel di Lebanon selatan yang menyebabkan gugurnya tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di bawah United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI, Budisatrio Djiwandono, menilai serangan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional dan Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1701.
“Fraksi Partai Gerindra mengecam rangkaian serangan Israel di Lebanon selatan yang memperparah eskalasi konflik. Serangan terhadap pasukan perdamaian di bawah mandat PBB merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional serta Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1701,” tegas Budisatrio dalam keterangan tertulis, Rabu (1/4/2026).
Ia menambahkan, tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun dan justru semakin menjauhkan upaya perdamaian di kawasan.
Budisatrio juga menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya prajurit TNI yang tengah menjalankan misi negara. Ia menilai kehilangan tersebut menjadi duka besar bagi bangsa Indonesia.
“Atas nama Fraksi Partai Gerindra, kami mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Indonesia telah kehilangan putra-putra terbaik bangsa yang gugur saat menjalankan tugas negara,” ujarnya.
Menurutnya, insiden ini berpotensi memperburuk eskalasi konflik di Lebanon selatan. Oleh karena itu, pihaknya mendorong seluruh pihak untuk menahan diri dan mengutamakan jalur diplomasi.
“Kami mendorong seluruh pihak untuk segera menghentikan eskalasi militer, menghormati hukum internasional, serta mengedepankan negosiasi untuk mencapai perdamaian,” lanjutnya.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI itu juga meminta Kementerian Luar Negeri untuk melakukan investigasi menyeluruh dan transparan bersama UNIFIL atas insiden tersebut, termasuk memastikan pemenuhan hak-hak keluarga korban.
Selain itu, Fraksi Partai Gerindra mendukung langkah pemerintah Indonesia yang meminta PBB menggelar rapat darurat Dewan Keamanan guna merespons insiden tersebut.
Adapun tiga prajurit TNI yang gugur dalam serangan tersebut adalah Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon, Kapten Zulmi Aditya Iskandar, dan Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan. Mereka tewas dalam dua insiden terpisah, yakni serangan proyektil di wilayah Ett Taibe dan ledakan yang menghantam konvoi logistik UNIFIL di dekat Bani Haiyyan, Lebanon selatan.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka Permadhi

















