Arsip - Warga Kuba menaiki becak listrik dan sepeda selama pawai anti-imperialisme di tengah kekurangan yang terus berlanjut dan pemadaman listrik yang berkepanjangan, saat pulau itu menghadapi tekanan ekonomi yang semakin dalam di bawah embargo Amerika Serikat terhadap Kuba yang telah berlangsung selama beberapa dekade, 2 April, 2026. (ANTARA/Juancho Torres/Anadolu/pri)
Arsip - Warga Kuba menaiki becak listrik dan sepeda selama pawai anti-imperialisme di tengah kekurangan yang terus berlanjut dan pemadaman listrik yang berkepanjangan, saat pulau itu menghadapi tekanan ekonomi yang semakin dalam di bawah embargo Amerika Serikat terhadap Kuba yang telah berlangsung selama beberapa dekade, 2 April, 2026. (ANTARA/Juancho Torres/Anadolu/pri)

Jakarta, Aktual.com — Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto, menegaskan komitmen Indonesia untuk terus menjaga solidaritas dengan Kuba di tengah dinamika global.

Pernyataan tersebut disampaikan Utut usai menerima kunjungan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Kuba di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/4/2026).

“Kita menempatkan Kuba sebagai sahabat. Solidaritas Indonesia untuk Kuba harus terus dijaga sebagai komitmen bersama,” ujar Utut.

Ia menyebut hubungan kedua negara telah terjalin lama dan diperkuat melalui berbagai kerja sama, termasuk bantuan kemanusiaan dari Kuba saat bencana di Indonesia, seperti tsunami Aceh 2004 dan gempa Yogyakarta 2006.

Dalam pertemuan tersebut, DPR RI juga menerima sejumlah aspirasi dari pihak Kuba, khususnya terkait kondisi terkini yang dihadapi negara tersebut.

Utut mengatakan parlemen akan mendorong pemerintah untuk menindaklanjuti peluang kerja sama yang masih terbuka, di antaranya di bidang pendidikan dan kesehatan, termasuk penanganan penyakit jantung dan kanker.

Selain itu, kerja sama antardaerah melalui skema sister city dan sister province juga menjadi salah satu agenda yang didorong, seperti antara Artemisa dan Bandung serta Provinsi Jawa Barat.

“Parlemen mendorong dan menjembatani. Tindak lanjutnya berada di pemerintah, tetapi kita pastikan komunikasi dan komitmen ini terus berjalan,” katanya.

Utut menambahkan, langkah tersebut sejalan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif.

Sementara itu, sejumlah negara seperti Spanyol, Meksiko, dan Brasil sebelumnya mendesak Amerika Serikat untuk membuka dialog dengan Kuba di tengah krisis kemanusiaan yang melanda negara tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi