Menes, Aktual.com — Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama PLN Indonesia Power menggelar kick off workshop pembuatan paving blok di Menes, Kabupaten Pandeglang, sebagai bagian dari implementasi program Desa Siapsiaga.

Kepala BNPT Eddy Hartono mengatakan program tersebut tidak hanya berfokus pada pencegahan radikalisme, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui kegiatan produktif berbasis potensi lokal.

“Program Desa Siapsiaga ini membangun deteksi dini berbasis komunitas sekaligus memperkuat ketahanan warga dari ancaman paham radikal terorisme dan memberdayakan ekonomi desa,” ujarnya, Kamis (23/4).

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyukseskan program tersebut, termasuk kerja sama dengan PLN Indonesia Power dalam membangun ekosistem ekonomi desa.

Program ini merupakan tindak lanjut dari peluncuran Desa Siapsiaga pada Desember 2025 bersama Kementerian Desa PDT, sekaligus bagian dari implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

Workshop dikelola oleh BUMDes Menes Manis dengan memanfaatkan bahan baku fly ash dan bottom ash (FABA), yaitu limbah pembakaran batu bara dari PLTU Labuan. Produk paving blok yang dihasilkan bahkan telah menerima pesanan awal dalam jumlah besar.

Senior Manager PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkit (UBP) PLTU Banten 2 Wisnu Kurniawan menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut sebagai bagian dari komitmen pemberdayaan masyarakat.

“Kami mendukung pembangunan workshop paving blok yang memanfaatkan limbah pembakaran batu bara dari PLTU Labuan,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Menes Usep Sudarmana menyambut baik program tersebut dan berharap dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

“Ini merupakan angin segar bagi masyarakat Menes. Kami berharap workshop ini dapat berjalan sesuai harapan dan membantu pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Melalui sinergi antara BNPT, PLN Indonesia Power, pemerintah daerah, dan masyarakat, program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan sosial sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa berbasis potensi lokal.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi