Jakarta, Aktual.com — Pemerintah Indonesia menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya Prajurit Kepala (Praka) Rico Pramudia yang bertugas dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon selatan.
Kementerian Luar Negeri RI menyebut Praka Rico wafat setelah mengalami luka berat akibat ledakan artileri dari tank Israel di dekat Adchit Al Qusayr pada 29 Maret 2026.
“Berbagai langkah medis terbaik telah ditempuh, tetapi akibat luka berat yang dialami, nyawa almarhum tidak dapat diselamatkan,” demikian keterangan tertulis Kemlu RI, Jumat (24/05/2026).
Pemerintah menyatakan telah berkoordinasi secara intensif dengan UNIFIL, pemerintah Lebanon, serta tim medis di Beirut untuk memastikan penanganan optimal sejak insiden terjadi.
Selain menyampaikan belasungkawa kepada keluarga, pemerintah juga memastikan proses repatriasi jenazah dilakukan dengan penghormatan terbaik.
“Pemerintah terus berkoordinasi dengan UNIFIL untuk memastikan proses repatriasi jenazah dapat dilakukan dengan segera dan penuh penghormatan,” ujar Kemlu.
Sementara itu, UNIFIL melalui pernyataannya di platform X menyampaikan keprihatinan atas wafatnya prajurit Indonesia tersebut.
“UNIFIL prihatin atas wafatnya Praka Rico Pramudia, yang terluka parah akibat sebuah ledakan proyektil di markasnya di Adchit Al Qusayr pada 29 Maret malam,” tulis UNIFIL.
Pemerintah Indonesia kembali mengutuk keras serangan yang menyebabkan gugurnya personel penjaga perdamaian. Serangan terhadap peacekeeper dinilai sebagai pelanggaran serius hukum internasional dan berpotensi dikategorikan sebagai kejahatan perang.
Indonesia juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melakukan investigasi yang menyeluruh, transparan, dan akuntabel guna memastikan pertanggungjawaban atas insiden tersebut.
Dengan wafatnya Praka Rico, tercatat empat prajurit TNI gugur dalam misi UNIFIL dalam sebulan terakhir. Sebelumnya, Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan juga gugur dalam rangkaian serangan di Lebanon selatan.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka Permadhi






















