Moskow, aktual.com – Presiden AS Donald Trump membatalkan kepergian utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Pakistan untuk berunding dengan Iran.
“Saya bilang, ‘tidak, kalian tak akan melakukan penerbangan 18 jam untuk pergi ke sana. Kita memegang semua kartu,'” kata Trump pada Sabtu (25/4), seperti dikutip Fox News.
“‘Kalian tak akan melakukan penerbangan 18 jam lagi hanya untuk duduk dan membicarakan hal yang tak ada hasilnya,'” katanya, menambahkan.
Trump menegaskan pembatalan itu tidak berarti serangan AS dilanjutkan kembali, menurut laporan Axios.
Ia menyebut adanya “perpecahan dan kebingungan” di antara para pemimpin Iran, sehingga proses negosiasi diperkirakan membutuhkan waktu dan tenaga.
“Tak ada yang tahu siapa yang berkuasa, termasuk mereka. Selain itu, kita memegang semua kartu, mereka tidak punya apa-apa! Jika mereka ingin berbicara, yang perlu mereka lakukan hanyalah menelepon!!!” tulis Trump di Truth Social.
Namun, Trump menegaskan AS tetap terbuka untuk berdialog dengan Iran.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi tiba pada Jumat di Pakistan, yang menjadi penengah perundingan AS-Iran.
Witkoff dan Kushner sebelumnya dijadwalkan berangkat pada Sabtu, tetapi sejumlah laporan menyebutkan bahwa delegasi Iran telah lebih dulu meninggalkan Pakistan.
Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan menewaskan warga sipil.
Kedua pihak kemudian menyepakati gencatan senjata dua pekan mulai 7 April dan pembicaraan di Islamabad yang berakhir tanpa hasil.
AS lalu memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran, sementara mediator berupaya mengatur putaran perundingan yang baru.
Artikel ini ditulis oleh:
Rizky Zulkarnain

















