Facebook Instagram TikTok Twitter WhatsApp Youtube
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Finansial
  • Nusantara
    • Megapolitan
    • Jawa Barat
    • Jawa Tengah
    • Jawa Timur
    • Kepulauan Riau
  • Ototek
    • Teknologi
    • Otomotif
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Fashion
  • Khazanah
    • Bahtera Hikmah
    • Dunia Islam
    • Kajian
  • Lapsus
    • Indepth Report
    • Majalah
Cari
20 Maret 2026
  • AktualTV
  • Lensa Aktual
    • Ramadhan Jazz Festival ke-15 Meriahkan Masjid Cut Meutia, Padukan Musik, Spirit Ramadan, dan Aksi Sosial
      Hadapi Tekanan Biaya Hidup, Generali Luncurkan Asuransi Syariah Berbasis Wakaf
      KWP Santuni Anak Yatim Piatu, Wartawan Harus Hadir Memberi Manfaat
      JAPFA, Kemensos RI dan Kemenkop RI Dorong Kemandirian Peternak
      MKMK Dinilai Tidak Berwenang Batalkan Keppres Pengangkatan MK?
      SemuaFlash PhotosGalleryInfografis
  • Tatap Redaksi
  • Kaki Hari
  • Voice of Freedom
  • Majalah
  • English Flash
Facebook Instagram TikTok Twitter WhatsApp Youtube
Aktual.com - Kumpulan Berita Terhangat Terpercaya Aktual.com
Aktual.com - Kumpulan Berita Terhangat Terpercaya Aktual.com - Kumpulan Berita Terhangat Terpercaya
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Finansial
  • Nusantara
    • Megapolitan
    • Jawa Barat
    • Jawa Tengah
    • Jawa Timur
    • Kepulauan Riau
  • Ototek
    • Teknologi
    • Otomotif
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Fashion
  • Khazanah
    • Bahtera Hikmah
    • Dunia Islam
    • Kajian
  • Lapsus
    • Indepth Report
    • Majalah
Beranda Headline Adu Gagasan Tak Produktif, Mau Dibawa Kemana Indonesia?
  • Headline
  • Eksklusif
  • Indepth Report
  • Majalah

Adu Gagasan Tak Produktif, Mau Dibawa Kemana Indonesia?

16 November 2018, 20:22

 

Saling berbalas sindir yang tidak hanya dilakukan pasangan calon (Paslon) di Pilpres 2019 juga diikuti oleh para pendukungnya, terlebih ketika petahana masuk dalam pusaran tersebut.
Pengamat Politik Pangi Syarwi Chaniago (Ipang) menilai yang paling dikhawatirkan adalah posisi Jokowi sebagai petahana justru dapat dengan mudah ditumbangkan oleh lawan politiknya.
“Karena, semakin banyak ngomong, semakin banyak salah, blunder dan memantik polemik dan itu sama saja bunuh diri,” kata Ipang, di Jakarta, Jumat (16/11).
Mestinya, ia menyarankan, Jokowi harusnya fokus saja mem-promosikan kinerja dan prestasinya ke publik seperti infastruktur menjadi proyek andalannya. Sehingga masyarakat tahu apa yang sudah dilakukan oleh pemerintahannya.
“Kalau masyarakat tahu kerja nyata Jokowi, maka masyarakat puas (approval rating), kalau puas maka otomaticly memilih Jokowi dengan sendirinya,” terangnya.
“Tapi jangan coba-coba buka kotak pandora SARA, menyerang karakter pribadi atau fisik. Ingat, ketika masuk ke wilayah pusaran itu, tinggal menunggu waktu tenggelam dengan sendirinya. Baiknya Jokowi belajar kasus Ahok, dikalahkan oleh kata- kata dan dikalahkan oleh dirinya sendiri,” papar dia.
Karena itu, patut diduga, narasi kampanye yang dangkal dan dimainkan hari ini memang sengaja didesain untuk mengarahkan para kandidat terjebak dalam perang kata-kata, saling sindir sehingga terjauh dari substansi (konten) persoalan yang sedang dihadapi bangsa.
“Dengan kata lain, ini merupakan bagian dari strategi politik untuk mengalihkan perbincangan publik untuk tidak terlalu dalam masuk menyentuh persoalan yang lebih substantif karena ada pihak-pihak yang merasa khawatir bisa berpotensi merugikan kepentingan politiknya jika perdebatan politik mengarah pada hal-hal yang lebih substansi,” ucapnya.
Maka dalam kondisi strategi politik itulah,  rakyat kemudian digiring dengan isu murahan dan persoalan remeh temeh, yanh konsekuensinya publik teralihkan perhatiannya dari persoalan nyata yang sedang dihadapi rakyat dalam kesehariannya.
“Strategi politik semacam ini membuat publik tidak akan mendapatkan informasi yang cukup tentang kandidat, sehingga pada akhirnya alasan mereka menentukan pilihan hanya berdasarkan sentimen berkaitan suka atau tidak suka, bukan pada basis visi dan gagasan yang jelas,” pungkasnya.
Sementara itu, Pakar Psikolog Politik Hamdi Muluk menilai, kampanye Pilpres 2019 masih sebatas “perang jargon” saja.

“Kampanye yang ditampilkan masing-masing pasangan Capres dan Cawapres tidak substantif, hanya jargon-jargon politik saja. Padahal seharusnya diisi dengan adu program dan gagasan berbasis data akurat,” kata Hamdi dalam diskusi di kantor Populi Center, Jakarta, Kamis (15/11).

Masih dikatakan akademisi asal Universitas Indonesia (UI) itu menilai tidak ada alternatif kebijakan yang ditawarkan masing-masing pasangan calon, misalnya, kubu petahana atau Jokowi-Ma’ruf, apa gagasan atau program alternatif yang akan dilakukan lima tahun kedepan.

Lalu di kubu Prabowo-Sandi, menurut dia, kritik yang dilakukannya harus berdasarkan data dan fakta sehingga kedua kubu seolah-olah tidak ada bedanya.

“Lalu pada akhirnya menyerang karakter calon yang sifatnya personal karena itu yang membedakan kedua kubu. Nyaris tidak ada beda antara kedua kubu dari sisi program,” sahutnya.

Menurut dia, dalam demokrasi mengharuskan seseorang atau kelompok berkompetisi karena jabatan terbatas maka terjadilah legitimasi diri sendiri dan deligitimasi lawan politiknya.

“Cara yang paling beradab untuk mendelegitimasi lawan adalah delegimasi kebijakannya, serang kebijakannya. Semua argumen dikeluarkan untuk mendelegitimasi, baik visi misi gagasan, itu yang paling bermartabat,” tandas dia.

Rakyat Apatis 

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Ikuti WhatsApp Channel Aktual
1
2
3
4
5
  • TOPIK
  • jokowi
  • Ma'ruf
  • Pilpres2019
  • Prabowo
  • sandi
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
LINE
    Redaksi Aktual

    ARTIKEL TERKAITDARI PENULIS

    Pelabuhan Penajam
    Aktual

    Mudik 2026 Pecah Rekor, 270 Ribu Kendaraan Padati Jalan, Polisi Ubah Strategi

    Rudal balistik darat ke darat dengan jangkauan 2.000 km bernama Khaibar dipamerkan di Tehran, Iran, Kamis (25/3/2023). /ANTARA FOTO/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS/foc.
    Aktual

    Iran Balas Serangan, Yerusalem hingga Pangkalan AS di UEA Jadi Sasaran

    Aktual

    Prabowo: Pasukan ke Gaza Bukan untuk Lawan Hamas, Fokus Lindungi Warga

    Aktual

    Tuai Kritik, Pola Perang Zionis Israel Sasar dan Bunuh Elite Iran

    Aktual

    Muhammadiyah: Beda Lebaran Bukan Soal Taat atau Tidak

    Foto: Presiden Prabowo Subianto (dok. YouTube Setpres)
    Aktual

    Prabowo: Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS Adalah Terorisme, Dalang Harus Dibongkar

    Masuk
    Selamat Datang! Masuk ke akun Anda
    Lupa kata sandi Anda? mendapatkan bantuan
    Disclaimer
    Pemulihan password
    Memulihkan kata sandi anda
    Sebuah kata sandi akan dikirimkan ke email Anda.

    TERPOPULER

    Unggahan Viral Pertanyakan Dana Open Society Foundations ke UI: Kenapa Terima...

    17 Maret 2026, 13:18

    Jangan Digaruk!, Pahami Gatal pada Selangkangan

    5 Juni 2015, 11:32

    Kementerian Agama Republik Indonesia: Hilal Belum Penuhi Kriteria MABIMS, 1 Syawal...

    19 Maret 2026, 18:01

    Daftar Lengkap Istilah Keren Bahasa Intelektual yang Harus Kamu Tahu

    23 April 2021, 15:04

    CRAB Laporkan Bank Mandiri ke OJK Terkait Dugaan Pencairan Dana 54...

    18 Maret 2026, 13:00

    Berita Lain

    Foto: Presiden Prabowo Subianto (dok. YouTube Setpres)

    Prabowo: Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS Adalah Terorisme, Dalang Harus...

    20 Maret 2026, 13:57

    Atasi Kepadatan Arus Mudik, Jasa Marga Masih Berlakukan One Way Nasional

    20 Maret 2026, 08:00

    Prabowo: Bangun Pukul 03.00 WIB Pantau Dunia, Istirahat Disiasati di Sela...

    20 Maret 2026, 14:07
    Rudal balistik darat ke darat dengan jangkauan 2.000 km bernama Khaibar dipamerkan di Tehran, Iran, Kamis (25/3/2023). /ANTARA FOTO/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS/foc.

    Iran Balas Serangan, Yerusalem hingga Pangkalan AS di UEA Jadi Sasaran

    20 Maret 2026, 19:15
    Rinto Setiyawan , A.Md., S.H., CTP Ketua Umum Ikatan Wajib Pajak Indonesia, Anggota Majelis Tinggi Partai X, Wakil Direktur Sekolah Negarawan (Aktual)

    Kedaulatan Rakyat atau Kedaulatan Partai Politik? Meninjau Praktik Demokrasi Indonesia

    20 Maret 2026, 14:02
    aktual.com
    Aktual adalah media pemberitaan yang dikelola oleh PT Caprof Media Negeri (CMN) yang memiliki kecepatan, ketepatan pemberitaan, selalu memberitakan kebenaran, terhangat serta dapat dipercaya dan teraktual.
    Hubungi kami: redaksi[at]Aktual.com
    Facebook Instagram TikTok Twitter WhatsApp Youtube
    • Tentang
    • Disclaimer
    • Pedoman
    © Copyright 2012-2026 Aktual.Com - Terhangat Terpercaya