Facebook Instagram TikTok Twitter WhatsApp Youtube
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Finansial
  • Nusantara
    • Megapolitan
    • Jawa Barat
    • Jawa Tengah
    • Jawa Timur
    • Kepulauan Riau
  • Ototek
    • Teknologi
    • Otomotif
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Fashion
  • Khazanah
    • Bahtera Hikmah
    • Dunia Islam
    • Kajian
  • Lapsus
    • Indepth Report
    • Majalah
Cari
6 Februari 2026
  • AktualTV
  • Lensa Aktual
    • Diskusi DPR: Cuaca Ekstrem, Sinergi dan Kolaborasi Bersama Atasi Bencana
      GEN Prime Link: Solusi Proteksi Finansial Serbabisa dari Generali Indonesia
      Generali Indonesia Dorong Literasi Asuransi Lewat Kompetisi Media Sosial Kreatif Anak Muda
      Solusi Paradoks Energi : Mewujudkan Kedaulatan, Menyelamatkan Lingkungan
      MPR RI Kukuhkan Deputi Administrasi dan Pejabat Fungsional, 79 Pegawai Raih Satyalencana
      SemuaFlash PhotosGalleryInfografis
  • Tatap Redaksi
  • Kaki Hari
  • Voice of Freedom
  • Majalah
  • English Flash
Facebook Instagram TikTok Twitter WhatsApp Youtube
Aktual.com - Kumpulan Berita Terhangat Terpercaya Aktual.com
Aktual.com - Kumpulan Berita Terhangat Terpercaya Aktual.com - Kumpulan Berita Terhangat Terpercaya
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Finansial
  • Nusantara
    • Megapolitan
    • Jawa Barat
    • Jawa Tengah
    • Jawa Timur
    • Kepulauan Riau
  • Ototek
    • Teknologi
    • Otomotif
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Fashion
  • Khazanah
    • Bahtera Hikmah
    • Dunia Islam
    • Kajian
  • Lapsus
    • Indepth Report
    • Majalah
Beranda Headline Adu Gagasan Tak Produktif, Mau Dibawa Kemana Indonesia?
  • Headline
  • Eksklusif
  • Indepth Report
  • Majalah

Adu Gagasan Tak Produktif, Mau Dibawa Kemana Indonesia?

16 November 2018, 20:22

 

Saling berbalas sindir yang tidak hanya dilakukan pasangan calon (Paslon) di Pilpres 2019 juga diikuti oleh para pendukungnya, terlebih ketika petahana masuk dalam pusaran tersebut.
Pengamat Politik Pangi Syarwi Chaniago (Ipang) menilai yang paling dikhawatirkan adalah posisi Jokowi sebagai petahana justru dapat dengan mudah ditumbangkan oleh lawan politiknya.
“Karena, semakin banyak ngomong, semakin banyak salah, blunder dan memantik polemik dan itu sama saja bunuh diri,” kata Ipang, di Jakarta, Jumat (16/11).
Mestinya, ia menyarankan, Jokowi harusnya fokus saja mem-promosikan kinerja dan prestasinya ke publik seperti infastruktur menjadi proyek andalannya. Sehingga masyarakat tahu apa yang sudah dilakukan oleh pemerintahannya.
“Kalau masyarakat tahu kerja nyata Jokowi, maka masyarakat puas (approval rating), kalau puas maka otomaticly memilih Jokowi dengan sendirinya,” terangnya.
“Tapi jangan coba-coba buka kotak pandora SARA, menyerang karakter pribadi atau fisik. Ingat, ketika masuk ke wilayah pusaran itu, tinggal menunggu waktu tenggelam dengan sendirinya. Baiknya Jokowi belajar kasus Ahok, dikalahkan oleh kata- kata dan dikalahkan oleh dirinya sendiri,” papar dia.
Karena itu, patut diduga, narasi kampanye yang dangkal dan dimainkan hari ini memang sengaja didesain untuk mengarahkan para kandidat terjebak dalam perang kata-kata, saling sindir sehingga terjauh dari substansi (konten) persoalan yang sedang dihadapi bangsa.
“Dengan kata lain, ini merupakan bagian dari strategi politik untuk mengalihkan perbincangan publik untuk tidak terlalu dalam masuk menyentuh persoalan yang lebih substantif karena ada pihak-pihak yang merasa khawatir bisa berpotensi merugikan kepentingan politiknya jika perdebatan politik mengarah pada hal-hal yang lebih substansi,” ucapnya.
Maka dalam kondisi strategi politik itulah,  rakyat kemudian digiring dengan isu murahan dan persoalan remeh temeh, yanh konsekuensinya publik teralihkan perhatiannya dari persoalan nyata yang sedang dihadapi rakyat dalam kesehariannya.
“Strategi politik semacam ini membuat publik tidak akan mendapatkan informasi yang cukup tentang kandidat, sehingga pada akhirnya alasan mereka menentukan pilihan hanya berdasarkan sentimen berkaitan suka atau tidak suka, bukan pada basis visi dan gagasan yang jelas,” pungkasnya.
Sementara itu, Pakar Psikolog Politik Hamdi Muluk menilai, kampanye Pilpres 2019 masih sebatas “perang jargon” saja.

“Kampanye yang ditampilkan masing-masing pasangan Capres dan Cawapres tidak substantif, hanya jargon-jargon politik saja. Padahal seharusnya diisi dengan adu program dan gagasan berbasis data akurat,” kata Hamdi dalam diskusi di kantor Populi Center, Jakarta, Kamis (15/11).

Masih dikatakan akademisi asal Universitas Indonesia (UI) itu menilai tidak ada alternatif kebijakan yang ditawarkan masing-masing pasangan calon, misalnya, kubu petahana atau Jokowi-Ma’ruf, apa gagasan atau program alternatif yang akan dilakukan lima tahun kedepan.

Lalu di kubu Prabowo-Sandi, menurut dia, kritik yang dilakukannya harus berdasarkan data dan fakta sehingga kedua kubu seolah-olah tidak ada bedanya.

“Lalu pada akhirnya menyerang karakter calon yang sifatnya personal karena itu yang membedakan kedua kubu. Nyaris tidak ada beda antara kedua kubu dari sisi program,” sahutnya.

Menurut dia, dalam demokrasi mengharuskan seseorang atau kelompok berkompetisi karena jabatan terbatas maka terjadilah legitimasi diri sendiri dan deligitimasi lawan politiknya.

“Cara yang paling beradab untuk mendelegitimasi lawan adalah delegimasi kebijakannya, serang kebijakannya. Semua argumen dikeluarkan untuk mendelegitimasi, baik visi misi gagasan, itu yang paling bermartabat,” tandas dia.

Rakyat Apatis 

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Ikuti WhatsApp Channel Aktual
1
2
3
4
5
  • TOPIK
  • jokowi
  • Ma'ruf
  • Pilpres2019
  • Prabowo
  • sandi
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
LINE
    Redaksi Aktual

    ARTIKEL TERKAITDARI PENULIS

    Aktual Files

    PT Buana Karya Bhakti (BKB) Tersangkut Kasus Suap Kepala Kantor Pajak Banjarmasin, Satu Pegawai Diamankan

    Headline

    Haris Rusly Moti: Prabowo Adaptasikan Strategi Multi-aligment untuk Merdekakan Palestina

    Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq didampingi Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie melakukan bersih-bersih di lingkup Kota Tangerang Selatan, Banten, Rabu (4/2/2025). ANTARA/Azmi Samsul M
    Headline

    Asap Oranye Pabrik Kimia Cilegon Dinilai Delik Pidana, KLH Siap Tempuh Jalur Pidana dan Perdata

    Headline

    MBG Disebut Kanibalisasi Anggaran Pendidikan, Negara Biarkan Anak Jadi Korban Tak Mampu Beli Buku

    Jokowi memberikan keterangan kepada wartawan di Solo, Jawa Tengah, Selasa (3/12/2024).
    Headline

    Turun Gunung untuk PSI, Jokowi Masih Pegang Kunci Politik?

    Kepala PPATK Ivan Yustiavandana saat rapat bersama Komisi III DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (3/2/2026). ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi
    Headline

    PPATK Ungkap Perputaran Uang Kejahatan Lingkungan Tembus Rp1.700 Triliun sejak 2020

    Masuk
    Selamat Datang! Masuk ke akun Anda
    Lupa kata sandi Anda? mendapatkan bantuan
    Disclaimer
    Pemulihan password
    Memulihkan kata sandi anda
    Sebuah kata sandi akan dikirimkan ke email Anda.

    TERPOPULER

    PT Buana Karya Bhakti (BKB) Tersangkut Kasus Suap Kepala Kantor Pajak...

    5 Februari 2026, 17:49

    Siswa SD Bunuh Diri Tak Mampu Beli Buku, padahal Anggaran MBG...

    3 Februari 2026, 16:21
    Ilustrasi - Gedung KPK

    OTT Beruntun, KPK Ciduk Hakim PN Depok, Uang Ratusan Juta Diamankan

    5 Februari 2026, 23:00

    Kasus Hukum Perkebunan Sawit, PT BKB Pernah Berkali-kali Kalahkan Negara, Siapa...

    5 Februari 2026, 21:03

    Daftar Lengkap Istilah Keren Bahasa Intelektual yang Harus Kamu Tahu

    23 April 2021, 15:04

    Berita Lain

    Presiden RI Prabowo Subianto menerima kunjungan kerja PM Australia Australia Anthony Albanese di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (5/2/2026). (ANTARA/HO-Sekretariat Presiden)

    Prabowo Minta Maaf Tak Jemput PM Albanese di Bandara, Hubungan RI–Australia...

    6 Februari 2026, 11:21

    KUHP–KUHAP Baru Tantang APH Satukan Pemahaman Demi Keadilan Masyarakat

    6 Februari 2026, 10:24

    Dilantik Jadi Wamenkeu, Juda Agung Dapat Sinyal “Nyaman” dari Menkeu Purbaya

    6 Februari 2026, 18:00

    Siswa SD Bunuh Diri di Ngada, Kemensos Lakukan Evaluasi Data Bansos

    6 Februari 2026, 08:00

    Mitigasi Banjir Berbasis Geosains, IAGI Beri Lima Rekomendasi ke ESDM dan...

    6 Februari 2026, 15:00
    aktual.com
    Aktual adalah media pemberitaan yang dikelola oleh PT Caprof Media Negeri (CMN) yang memiliki kecepatan, ketepatan pemberitaan, selalu memberitakan kebenaran, terhangat serta dapat dipercaya dan teraktual.
    Hubungi kami: redaksi[at]Aktual.com
    Facebook Instagram TikTok Twitter WhatsApp Youtube
    • Tentang
    • Disclaimer
    • Pedoman
    © Copyright 2012-2026 Aktual.Com - Terhangat Terpercaya