Facebook Instagram TikTok Twitter WhatsApp Youtube
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Finansial
  • Nusantara
    • Megapolitan
    • Jawa Barat
    • Jawa Tengah
    • Jawa Timur
    • Kepulauan Riau
  • Ototek
    • Teknologi
    • Otomotif
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Fashion
  • Khazanah
    • Bahtera Hikmah
    • Dunia Islam
    • Kajian
  • Lapsus
    • Indepth Report
    • Majalah
Cari
27 Februari 2026
  • AktualTV
  • Lensa Aktual
    • KWP Santuni Anak Yatim Piatu, Wartawan Harus Hadir Memberi Manfaat
      JAPFA, Kemensos RI dan Kemenkop RI Dorong Kemandirian Peternak
      MKMK Dinilai Tidak Berwenang Batalkan Keppres Pengangkatan MK?
      Tak Sekadar Janji, Generali Indonesia Bayar Klaim Rp1,3 Triliun di 2025
      Diskusi DPR: Cuaca Ekstrem, Sinergi dan Kolaborasi Bersama Atasi Bencana
      SemuaFlash PhotosGalleryInfografis
  • Tatap Redaksi
  • Kaki Hari
  • Voice of Freedom
  • Majalah
  • English Flash
Facebook Instagram TikTok Twitter WhatsApp Youtube
Aktual.com - Kumpulan Berita Terhangat Terpercaya Aktual.com
Aktual.com - Kumpulan Berita Terhangat Terpercaya Aktual.com - Kumpulan Berita Terhangat Terpercaya
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Finansial
  • Nusantara
    • Megapolitan
    • Jawa Barat
    • Jawa Tengah
    • Jawa Timur
    • Kepulauan Riau
  • Ototek
    • Teknologi
    • Otomotif
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Fashion
  • Khazanah
    • Bahtera Hikmah
    • Dunia Islam
    • Kajian
  • Lapsus
    • Indepth Report
    • Majalah
Beranda Headline Adu Gagasan Tak Produktif, Mau Dibawa Kemana Indonesia?
  • Headline
  • Eksklusif
  • Indepth Report
  • Majalah

Adu Gagasan Tak Produktif, Mau Dibawa Kemana Indonesia?

16 November 2018, 20:22

 

Saling berbalas sindir yang tidak hanya dilakukan pasangan calon (Paslon) di Pilpres 2019 juga diikuti oleh para pendukungnya, terlebih ketika petahana masuk dalam pusaran tersebut.
Pengamat Politik Pangi Syarwi Chaniago (Ipang) menilai yang paling dikhawatirkan adalah posisi Jokowi sebagai petahana justru dapat dengan mudah ditumbangkan oleh lawan politiknya.
“Karena, semakin banyak ngomong, semakin banyak salah, blunder dan memantik polemik dan itu sama saja bunuh diri,” kata Ipang, di Jakarta, Jumat (16/11).
Mestinya, ia menyarankan, Jokowi harusnya fokus saja mem-promosikan kinerja dan prestasinya ke publik seperti infastruktur menjadi proyek andalannya. Sehingga masyarakat tahu apa yang sudah dilakukan oleh pemerintahannya.
“Kalau masyarakat tahu kerja nyata Jokowi, maka masyarakat puas (approval rating), kalau puas maka otomaticly memilih Jokowi dengan sendirinya,” terangnya.
“Tapi jangan coba-coba buka kotak pandora SARA, menyerang karakter pribadi atau fisik. Ingat, ketika masuk ke wilayah pusaran itu, tinggal menunggu waktu tenggelam dengan sendirinya. Baiknya Jokowi belajar kasus Ahok, dikalahkan oleh kata- kata dan dikalahkan oleh dirinya sendiri,” papar dia.
Karena itu, patut diduga, narasi kampanye yang dangkal dan dimainkan hari ini memang sengaja didesain untuk mengarahkan para kandidat terjebak dalam perang kata-kata, saling sindir sehingga terjauh dari substansi (konten) persoalan yang sedang dihadapi bangsa.
“Dengan kata lain, ini merupakan bagian dari strategi politik untuk mengalihkan perbincangan publik untuk tidak terlalu dalam masuk menyentuh persoalan yang lebih substantif karena ada pihak-pihak yang merasa khawatir bisa berpotensi merugikan kepentingan politiknya jika perdebatan politik mengarah pada hal-hal yang lebih substansi,” ucapnya.
Maka dalam kondisi strategi politik itulah,  rakyat kemudian digiring dengan isu murahan dan persoalan remeh temeh, yanh konsekuensinya publik teralihkan perhatiannya dari persoalan nyata yang sedang dihadapi rakyat dalam kesehariannya.
“Strategi politik semacam ini membuat publik tidak akan mendapatkan informasi yang cukup tentang kandidat, sehingga pada akhirnya alasan mereka menentukan pilihan hanya berdasarkan sentimen berkaitan suka atau tidak suka, bukan pada basis visi dan gagasan yang jelas,” pungkasnya.
Sementara itu, Pakar Psikolog Politik Hamdi Muluk menilai, kampanye Pilpres 2019 masih sebatas “perang jargon” saja.

“Kampanye yang ditampilkan masing-masing pasangan Capres dan Cawapres tidak substantif, hanya jargon-jargon politik saja. Padahal seharusnya diisi dengan adu program dan gagasan berbasis data akurat,” kata Hamdi dalam diskusi di kantor Populi Center, Jakarta, Kamis (15/11).

Masih dikatakan akademisi asal Universitas Indonesia (UI) itu menilai tidak ada alternatif kebijakan yang ditawarkan masing-masing pasangan calon, misalnya, kubu petahana atau Jokowi-Ma’ruf, apa gagasan atau program alternatif yang akan dilakukan lima tahun kedepan.

Lalu di kubu Prabowo-Sandi, menurut dia, kritik yang dilakukannya harus berdasarkan data dan fakta sehingga kedua kubu seolah-olah tidak ada bedanya.

“Lalu pada akhirnya menyerang karakter calon yang sifatnya personal karena itu yang membedakan kedua kubu. Nyaris tidak ada beda antara kedua kubu dari sisi program,” sahutnya.

Menurut dia, dalam demokrasi mengharuskan seseorang atau kelompok berkompetisi karena jabatan terbatas maka terjadilah legitimasi diri sendiri dan deligitimasi lawan politiknya.

“Cara yang paling beradab untuk mendelegitimasi lawan adalah delegimasi kebijakannya, serang kebijakannya. Semua argumen dikeluarkan untuk mendelegitimasi, baik visi misi gagasan, itu yang paling bermartabat,” tandas dia.

Rakyat Apatis 

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Ikuti WhatsApp Channel Aktual
1
2
3
4
5
  • TOPIK
  • jokowi
  • Ma'ruf
  • Pilpres2019
  • Prabowo
  • sandi
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
LINE
    Redaksi Aktual

    ARTIKEL TERKAITDARI PENULIS

    Aktual Files

    AS Akui Menang Banyak dari Perjanjian Dagang dengan RI, Federasi Daging AS: Ekspor Daging dan Produk Olahan Babi Jadi Lebih Mudah

    Headline

    Prabowo Kembali Tunjuk Purnawirawan Pimpin BUMN, Inilah Daftar 60 Pejabat Negara dan BUMN Berlatar Anggota TNI

    Bripda MS, tersangka penganiaya siswa di Tual, minta maaf di hadapan sidang kode etik, di Ambon. ANTARA/Winda Herman
    Headline

    Bripda MS Dipecat, Polri Pastikan Proses Pidana Kasus Penganiayaan Siswa MTs di Tual Berlanjut

    Bisnis

    DPR Ingatkan Perkuat Industri Dalam Negeri, Agrinas Tak Perlu Impor Mobil Niaga dari India

    Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira dalam acara bertajuk, “Mendanai Krisis Iklim: Bagaimana Perbankan di Indonesia Mendukung Pembiayaan Batu Bara” di Jakarta, Kamis (31/7/2025). (ANTARA/Putu Indah Savitri)
    Bisnis

    Celios Layangkan 21 Catatan Kritis ART ke Prabowo soal Perjanjian Dagang dengan AS, Siap Gugat ke PTUN

    Aktual Files

    KLH Mestinya juga Tuntut Hukum Sinar Mas Land terkait Pencemaran Sungai Cisadane

    Masuk
    Selamat Datang! Masuk ke akun Anda
    Lupa kata sandi Anda? mendapatkan bantuan
    Disclaimer
    Pemulihan password
    Memulihkan kata sandi anda
    Sebuah kata sandi akan dikirimkan ke email Anda.

    TERPOPULER

    Dugaan Gratifikasi Private Jet Menag Nasaruddin Umar, Nilainya Capai Rp566 Juta...

    19 Februari 2026, 22:29
    Sejumlah barang bukti kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait importasi barang KW di lingkungan Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan yang disita Komisi Pemberantasan Korupsi di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (13/2/2026). ANTARA/HO-KPK

    KPK: Uang Rp5 Miliar dalam Lima Koper di Ciputat Berasal dari...

    18 Februari 2026, 17:26

    Sri Mulyani Dalang Pasal yang Digugat di MK, Diduga Untuk Lindungi...

    17 Februari 2026, 19:14

    Prabowo Kembali Tunjuk Purnawirawan Pimpin BUMN, Inilah Daftar 60 Pejabat Negara...

    25 Februari 2026, 14:54

    Jangan Digaruk!, Pahami Gatal pada Selangkangan

    5 Juni 2015, 11:32

    Berita Lain

    Kejati DKI Geledah Tiga Lokasi Terkait Dugaan Mark Up Proyek PLN...

    26 Februari 2026, 20:02

    Anak Almuni LPDP Masih WNI, Ditjen AHU : Pertanyakan Status WNA...

    26 Februari 2026, 17:00

    Ekonom Pertanyakan Kedaulatan Indonesia dari Perjanjian Dagang dengan AS

    26 Februari 2026, 01:45

    Hakeem Jeffries Tuduh Trump Berbohong soal Kemampuan Nuklir Iran

    26 Februari 2026, 12:29

    Hamas Kecam Pembakaran Masjid di Tepi Barat, Sebut Aksi Pemukim Israel...

    26 Februari 2026, 08:47
    aktual.com
    Aktual adalah media pemberitaan yang dikelola oleh PT Caprof Media Negeri (CMN) yang memiliki kecepatan, ketepatan pemberitaan, selalu memberitakan kebenaran, terhangat serta dapat dipercaya dan teraktual.
    Hubungi kami: redaksi[at]Aktual.com
    Facebook Instagram TikTok Twitter WhatsApp Youtube
    • Tentang
    • Disclaimer
    • Pedoman
    © Copyright 2012-2026 Aktual.Com - Terhangat Terpercaya