Jakarta, Aktual.com – Aksi unjuk rasa untuk membebaskan aktivis Serikat Pekerja (SP) JICT, Rio Wijaya mulai mendapat dukungan nasional dan internasional. Sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan Rio, buruh pelabuhan dunia mengirimkan pesan dan dukungan kepada Rio, Rabu (27/11/2019).

Seperti diketahui, aksi global yang dilakukan tak lepas dari ketidakadilan yang terjadi terhadap Rio. Aktivis tersebut dikeroyok tiga orang sekuriti JICT pada 20 Agustus lalu namun namun malah dipenjara oleh Polres Pelabuhan (KP3) karena aduan manajer sekuriti atas tuduhan UU ITE.

Aksi solidaritas global ini diawali di Sydney, Perth, Brisbane oleh buruh pelabuhan maritim Australia dan diikuti oleh ribuan anggota Federasi Buruh Transportasi Internasional (ITF) di Inggris, Polandia, Kanada, India, Nepal, Afrika dan juga buruh konstruksi dunia (BWI). Sambil membawa poster “Bebaskan Rio Sekarang Juga“ dan “Keadilan Untuk Rio”.

Presiden Federasi Buruh Transportasi Internasional (ITF) Paddy Crumlin mengutuk keras upaya pengeroyokan sekuriti perusahaan terhadap Rio dan upaya manajemen Hutchison di JICT untuk melaporkan Rio. “Bebaskan Rio sekarang juga jika Hutchison masih ingin melakukan bisnis di Australia, Inggris, Polandia dan pelabuhan manapun. Kali ini Anda sudah keterlaluan. 18,5 juta buruh pelabuhan dunia bersama Rio,” ujar Paddy.

Senada dengan Paddy, Presiden buruh pelabuhan Belanda (FNV) Nik Stam tidak bisa menerima alasan apapun atas kekerasan di lingkungan kerja yang terjadi di JICT. “Kami akan melakukan rapat dengan CEO ECT Hutchison Rotterdam minggu depan dan akan mengultimatum saudara Leo Ruijs sebagai CEO perwakilan Hutchison agar segera melepaskan Rio. Kami tidak akan berhenti sampai pekerja mendapatkan keadilan,” kata Nik.

Meski penahanan berbau kontroversial, Rio tetap ditahan sampai saat ini sejak Kamis lalu. Bahkan dukungan Rio berkembang menjadi gerakan anti-kekerasan di lingkungan kerja JICT yang sahamnya dimilikinoleh Pelindo II dan Hutchison Hong Kong.

Buruh pelabuhan Indonesia mendirikan posko solidaritas di depan kantor kepolisian pelabuhan (KP3) untuk menggalang dukungan publik yang lebih besar agar Rio mendapatkan keadilan dan dibebaskan.

(Abdul Hamid)