Direktur Utama Waskita Beton Precast, Jarot Subana. (ilustrasi/aktual.com)
Direktur Utama Waskita Beton Precast, Jarot Subana. (ilustrasi/aktual.com)

Jakarta, Aktual.com – Kementerian BUMN saat ini yang gemar mendorong privatisasi semakin nyata. Dengan alasan butuh dana besar, kali ini anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Waskita Beton Precast didorong untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Iya kami butuh dana. Makanya, dana hasil hasil initial public offering (IPO) ini akan digunakan untuk modal kerja sebesar 56 persen. Sementara sebanyak 44 persen untuk belanja modal,” tutur Direktur Utama Waskita Beton Precast, Jarot Subana, di Jakarta, Rabu (10/8).

Dengan IPO ini, kata dia, rencana perseroan untuk melepas saham sebanyak 10.544.463.000 unit atau setara dengan 40 persen dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum.

“Dengan harga pelepasan saham seharga Rp400-Rp500 miliar, diperkirakan akan dapat menghimpun dana sekitar Rp4,27 triliun-Rp5,27 triliun,” ujarnya.

Pihaknya, kata dia, tertarik untuk melakukan akuisisi dua pabrik yang sudah bisa produksi. L‎okasi pabrik yang diakuisisi, kata Jarot, berada di Jawa Tengah dan Palembang.‎

“Makanya tahun depan kami sediakan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun depan dianggarkan sebanyak Rp1,9 triliun,” terang Jarot.

Hingga Juli 2016‎, perseroan telah membukukan kontrak baru sebesar Rp6,6 triliun. Target kontrak baru di tahun ini sebesar Rp8 triliun.

Untuk kontrak baru di 2017, menurut Jarot, akan didapatkan dari jalur tol trans Sumatera dan Jawa. Kontrak di Trans Jawa pada tahun depan seperti Probolinggo-Banyu Wangi dengan Bogor-Ciawi Sukabumi.

(Busthomi)

()

(Arbie Marwan)