Jakarta, Aktual.com — Bohong merupakan penyakit yang menghinggapi masyarakat di segala zaman. Kebohongan menjadi penyebab utama bagi timbulnya segala macam bentuk kejelekan serta kerendahan. Suatu masyarakat akan terhina selamanya jika perbuatan bohong ini merajalela di antara individu-individunya. Dan, suatu bangsa takkan bisa menaiki ‘tangga’ kemajuan kecuali jika berlandaskan pada kejujuran.

“Perbuatan bohong akan menimbulkan rasa saling membenci antara sesama teman, rasa saling mempercayai antar sesama akan hilang, dan akan tercipta suatu bentuk masyarakat yang tidak berlandaskan asas saling tolong-menolong atau gotong royong. Apabila bohong sudah merajalela ke dalam tubuh masyarakat, maka hilanglah rasa senang dan keakraban antara anggota-anggotanya. Mengingat dampaknya yang sangat negatif dan membahayakan masyarakat, maka Islam melarang berbohong dan menganggap perbuatan ini sebagai perbuatan dosa besar,” terang Ustad Hasanudin kepada Aktual.com, di Jakarta, Senin (8/2)

Allah SWT telah berfirman,

وَقَالَ رَجُلٌ مُؤْمِنٌ مِنْ آلِ فِرْعَوْنَ يَكْتُمُ إِيمَانَهُ أَتَقْتُلُونَ رَجُلًا أَنْ يَقُولَ رَبِّيَ اللَّهُ وَقَدْ جَاءَكُمْ بِالْبَيِّنَاتِ مِنْ رَبِّكُمْ ۖ وَإِنْ يَكُ كَاذِبًا فَعَلَيْهِ كَذِبُهُ ۖ وَإِنْ يَكُ صَادِقًا يُصِبْكُمْ بَعْضُ الَّذِي يَعِدُكُمْ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ مُسْرِفٌ كَذَّابٌ

Artinya, “Dan seorang laki-laki yang beriman di antara pengikut-pengikut Firaun yang menyembunyikan imannya berkata, “Apakah kamu akan membunuh seorang laki-laki karena dia menyatakan, “Tuhanku ialah Allah SWT padahal dia telah datang kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan dari Tuhanmu. Dan jika ia seorang pendusta maka dialah yang menanggung (dosa) dustanya itu. Dan jika ia seorang yang benar niscaya sebagian (bencana) yang diancamkannya kepadamu akan menimpamu”.

“Sesungguhnya Allah SWT tidak menunjuki orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta.”(Al Mu’min : 28).
فَمَنْ حَاجَّكَ فِيهِ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ فَقُلْ تَعَالَوْا نَدْعُ أَبْنَاءَنَا وَأَبْنَاءَكُمْ وَنِسَاءَنَا وَنِسَاءَكُمْ وَأَنْفُسَنَا وَأَنْفُسَكُمْ ثُمَّ نَبْتَهِلْ فَنَجْعَلْ لَعْنَتَ اللَّهِ عَلَى الْكَاذِبِينَ

Artinya, “Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa AS sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya): “Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah SWT dan kita minta supaya laknat Allah SWT ditimpakan kepada orang-orang yang dusta.”(Al Imran : 61)

Oleh karena itu Rasulullah SAW berwasiat agar kaum Muslimin untuk tetap berpegang teguh pada kejujuran dan membuang jauh-jauh sifat pembohong.

Beliau bersabda dalam Hadisnya,

ان الصدق يهدى الى البر, ان البر يهدى الى الجنة, وان الرجل ليصدق حتى يكتب عند الله صديقا, وان الكذب يهدى الى القجور وان الفجور يهدى الى النار وان الرجل ليكذب حتى يكتب عند الله كذابا (رواه البخارى و مسلم

Artinya, “Sesungguhnya kejujuran akan menunjukkan kepada kebaikan, dan kebaikan itu akan menghantarkan kepada Surga. Seseorang yang berbuat jujur oleh Allah SWT akan dicatat sebagai orang yang jujur. Dan sesungguhnya bohong itu akan menunjukkan kepada kelaliman, dan kelaliman itu akan menghantarkan ke arah neraka. Seseorang yang terus menerus berbuat bohong akan ditulis oleh Allah SWT sebagai pembohong.” (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim )

Rasulullah pernah bersabda pula,

اية المنافق ثلاث : اذا حدث كذب واذا وعد أخلف واذا ؤتمن خان

Artinya, “Pertanda orang yang munafik ada tiga: apabila berbicara bohong, apabila berjanji mengingkari janjinya dan apabila dipercaya berbuat khianat” (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim.)

Selanjutnya, pertanyaannya bagaimanakah jika seseorang yang rajin salat dan berpuasa serta beramal saleh, akan tetapi ia suka berbohong. Apakah amal baiknya tersebut diterima atau adakah balasannya sendiri untuk orang-orang seperti itu?

Menurut Ustad Hasan-panggilan akrab Hasanudin- Bohong atau dusta adalah sebuah sifat buruk yang sangat dibenci oleh Allah SWT. Dan, Allah SWT sendiri mengutuknya. Lanjut ia, kebohongan merupakan induk dari berbagai macam perkara buruk yang tidak hanya merugikan diri sendiri namun juga orang lain.

“Dan berbohong yaitu, pangkal dari berbagai kejahatan, dan salah satu ciri golongan orang munafik adalah mereka yang suka berkata dusta,” terang Ustad Hasan menambahkan.

“Sedangkan kejujuran merupakan landasan iman bagi seorang Muslim, dan bentuk kejujuran itu dapat dibuktikan melalui ucapan maupun perilaku sehari-hari. Pada saat hari kebangkitan dan hari pembalasan kelak, seorang pendusta akan datang bersama kelompoknya (pendusta) dan datang kepada Allah SWT dengan keadaan yang mengerikan,” kata ia menambahkan.

Sebagaimana firman Allah SWT,
وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ تَرَى الَّذِينَ كَذَبُوا عَلَى اللَّهِ وُجُوهُهُمْ مُسْوَدَّةٌ ۚ أَلَيْسَ فِي جَهَنَّمَ مَثْوًى لِلْمُتَكَبِّرِينَ

Artinya, “Dan pada hari Kiamat kamu akan melihat orang-orang yang berbuat dusta terhadap Allah, mukanya menjadi hitam. Bukankah dalam neraka Jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri ?” (Az Zumar : 60)

Allah SWT juga berfirman,

أَلَا لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ ۚ وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَىٰ إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِي مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ كَاذِبٌ كَفَّارٌ

Artinya, “Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya”.

“Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.” (Az-Zumar : 3)

“Seperti yang Allah SWT sudah firmankan dalam ayat di atas, orang yang berbohong pasti akan mendapatkan ancaman siksa Neraka. Dan mereka memiliki ciri yaitu dengan muka yang sangat hitam legam. Perbuatan dusta adalah salah satu perbuatan yang dapat merusak dan melenyapkan amal ibadah,” ungkap ia menjelaskan.

Dalam sebuah Hadis, Rasulullah SAW bersabda,

“Tanda-tanda orang munafik itu ada 3 walaupun ia salat, puasa, walaupun ia mengira bahwa ia menjadi seorang Muslim, yaitu berdusta saat berbicara, jika berjanji dia ingkar, dan berhianat apabila diberi amanat (kepercayaan)”

Bahkan, Allah SWT tidak akan mau melihat dan mensucikan mereka (hambanya) yang berbohong dan Allah SWT akan menyiksa mereka dengan siksa yang padih.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW,

“Ada tiga golongan di hari Kiamat nanti Allah tidak akan melihat dan mensucikan mereka bahkan akan ditimpakan siksaan yang pedih yaitu, orangtua yang berzina, raja yang berdusta, dan fakir yang sombong.” (HR. Muslim)

“Dusta adalah perbuatan yang dilarang oleh Islam, dan Allah SWT akan mencatat dosa sekecil apapun dan akan tetap membalasnya. Walaupun orang tersebut rajin beribadah akan tetapi jika ia selalu berbohong maka sangat disayangkan, walaupun kita semua akan menerima hari pembalasan akan tetapi dalam penjelasan sebelumnya bagi orang-orang pendusta akan menerima pembalasan yang lebih dari Allah SWT,” urainya memaparkan.

“Dan dusta sekecil apapun, maka pelakunya nanti akan dimasukkan kedalam Neraka, untuk itu sebagai seorang Muslim yang bertawa hendaknya kita selalu menjauhi dan berusaha agar terhindar dari sifat dusta ini. Karena kejujuran akan mengatarkan kita kepada jalan kebaikan dan surga. Dan semoga bagi pembaca bisa mengambil pelajaran dari tulisan ini mari kita mulai berbenah diri sebelum terlambat,” katanya lagi menjelaskan.

()