Ratusan kendaraan yang akan menyeberang ke Sumatera antre memasuki kapal ferry di Pelabuhan Merak, Banten, Kamis (5/5). Sejak Rabu (4/5) malam terjadi lonjakan jumlah penumpang dan pengguna kendaraan hingga dua kali lipat dari hari biasa dan PT ASDP Merak menambah 20 kapal ferry hingga menjadi 40 kapal ferry untuk melayani para penyeberang pada liburan panjang akhir pekan ini. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/aww/16.

Jakarta, Aktual.com – Kemenristekdikti pernah menyebutkan beberapa indikator penyebab kemacetan di beberapa kota metropolitan di Indonesia. Khusus Kawasan Jabodetabek, di balik pertambahan jalan termasuk jalan Tol sebesar 1 persen pertahun tidak sebanding dengan pertumbuhan kendaraan yang mencapai 11 persen pertahun.

Dari rata-rata 7 juta penduduk Jabodetabek yang melintas jalan raya, terdapat 3 juta lebih yang menggunakan kendaraan pribadi. Hal yang kurang lebih sama juga di alami oleh Bandung. Pertambahan penduduk sebesar 1,16 persen pertahun sejalan dengan pertumbuhan kendaraan pribadi.

Padahal, Bandung merupakan tujuan wisata favorit terutama dari warga Jabodetabek karena jarak yang relatif dekat. Setiap akhir pekan sekitar 22 ribu kendaraan pribadi dari Jakarta yang masuk ke Bandung.

Kemacetan panjang menjadi hal yang sangat menjengkelkan, menguras stamina dan menguji kesabaran. Dengan kemacetan, waktu ikut terbuang, sementara liburan bertujuan untuk membuang penat setelah bekerja.

Hal tersebut meninggalkan banyak pertanyaan, bagaimana bisa pergi ke Bandung dengan nyaman dan cepat bagi warga yang tinggal di Jakarta. Misalnya pada liburan natal dan akhir tahun 2016 pekan ini. Dengan berkaca liburan akhir tahun 2015, volume kendaraan di Tol Cipali meningkat hampir 150 persen.

Kemacetan panjang dialami pengendara di tol Jagorawi menuju Bandung. Waktu tempuh Jakarta – Bandung yang normalnya hanya antara 3-4 jam harus ditempuh hingga belasan jam lamanya.

Ada beberapa moda transportasi yang selama ini banyak dipergunakan untuk menuju Bandung. Dari kendaraan pribadi hingga transportasi umum. Dari kereta api, bus antar kota, travel hingga transportasi udara (pesawat terbang).

Transportasi darat, utaranya jalan raya menjadi moda yang paling umum dipakai. Tetapi kemacetan menjadi hambatan yang nyaris tidak bisa dihindari. Moda transportasi udara menjadi pilihan menarik dengan kecepatan dan efisiensi waktu. Moda transportasi yang tidak mengenal kemacetan dengan waktu tempuh Jakarta – Bandung sekitar satu jam.

Selain pesawat terbang, masih ada transportasi udara dari Jakarta ke Bandung yaitu dengan menggunakan Helikopter. Moda ini lebih dikenal dengan nama helicity. Pemanfaatan helikopter dari Jakarta menuju Bandung ini belum banyak di ketahui oleh umum. Padahal dengan helicity waktu tempuh hanya sekitar 45 menit.

“Saat ini helikopter sudah dinikmati oleh berbagai kalangan tidak hanya orang yang berkantong tebal saja,” ucap Ari Nurwanda, Marketing and Business Development Director, PT Whitesky Aviaton.

Dalam sekali jalan, satu heli bisa membawa empat penumpang secara bersamaan. Heli bisa mengakomodasi keluarga yang ingin berlibur atau rombongan kecil yang akan berlibur bersama. Heli bisa menjadi pengalaman baru dan menjadi harapan bagi transportasi antar kota di Indonesia.

Perjalanan menggunakan helikopter, kata Nurwanda, akan menjadi tren ke depan karena masyarakat sudah dihadapkan dengan kemacetan parah di berbagai kota besar di Indonesia. Moda transportasi alternatif dengan menggunakan helikopter.

(Andy Abdul Hamid)