Jakarta, aktual.com – Calon Legislatif DPR RI dari Partai Gerindra, Andre Rosiade datang ke Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (29/3), untuk melaporkan terkait pemberitaan yang dilakukan salah satu stasiun TV yakni Metro TV pada Senin.

Andre yang berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Barat 1 itu merasa dirugikan dengan pemberitaan Metro TV saat menayangkan berita dirinya ditolak saat kampanye di Pasar Sungai Rumbai Baru di Sumatera Barat.

“Hari ini saya melaporkan Metro TV karena membuat berita yang tidak berdasar dan mereka tidak ada di lapangan, tidak mengkonfirmasi saya,” kata Andre di Kantor Dewan Pers.

Dia menilai Metro TV telah melanggar kode etik jurnalistik karena tidak ada di lokasi saat peristiwa terjadi dan melakukan framing penolakan kampanye yang berlebihan, padahal menurutnya di lapangan penolakan itu hanya dilakukan oleh segelintir orang saja.

“Pagi itu saya datang ke Pasar Senggol di Sitiung Kota lalu datang ke Pasar Kuto Baru nggak ada masalah,” katanya.

Kemudian di pasar ketiga yakni Pasar Sungai Rumbai Baru dihadang orang yang diduga pendukung dari pasangan capres-cawapres.

“Hanya 20 sampai 30 orang berbaju seragam 01 tidak ada penghadangan oleh warga dari Sabtu sampai Minggu bahkan Minggu sampai tengah malam masih bertemu warga,” jelasnya.

Dia mengaku sudah melakukan komunikasi dengan pihak Metro TV, ia diminta untuk menggunakan hak jawabnya untuk menyelesaikan kasus ini. Namun, dari pihak Metro TV tidak ada kabar lanjutan, sehingga Andre membawa kasus ini ke Dewan Pers.

“Supaya ini pembelajaran ya, kita lihat Metro TV sudah berulang kali melakukan pelanggaran,” kata Andre.

Selain melapor ke Dewan Pers, Wasekjen Partai Gerindra itu juga berencana melaporkan kasus ini ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Ant.

(Zaenal Arifin)