Malang, Aktual.com – Angka kematian Covid-19 di Kota Malang lebih tinggi dari rata-rata angka kematian nasional, disebabkan sejumlah faktor salah satunya kondisi pasien Covid-19 saat dirujuk ke rumah sakit sudah dalam kondisi kritis.

Walikota Malang Sutiaji menyatakan, saat ini angka kematian di Kota Malang sebesar 6,9 persen, padahal rata-rata kematian nasional akibat Covid-19 sebesar 2,9 persen.

“Angka kematian kita tinggi karena memang rata-rata pasiean yang masuk ke rumah sakit rujukan saturasi oksigennya sudah di bawah 90 hingga 80 persen. Padahal angka normal kadar oksigen di tubuh sebesar 95 hingga 100 persen. Sehingga pasien yang bersangkutan langsung butuh ventilator ketika masuk rumah sakit,” kata Sutiaji dalam keterangannya, Kamis (14/1).

Untuk itu, Sutiaji mengimbau, masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan ketika mengalami gangguan kesehatan.

Dengan begitu, penyakit lebih mudah terdeteksi dan segera mendapatkan perawatan lebih lanjut.

“Hal ini menjadi perhatian kita semua. Salah satunya masyarakat yang memiliki penyakit kronis,” terangnya.

Menurutnya, selama ini masyarakat yang tergabung dalam Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di bawah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan justru tingkat kematiannya rendah.

“Mereka yang ada di Prolanis justru tingkat kematiannya rendah, karena mereka aktif dalam pantauan. Mereka aktir melaporkan kondisi kesehatannya,” ujar Sutiaji.

Untuk itu, ia mengharapkan, penerapan kebijakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Malang Raya pada 11-25 Januari 2021 mampu menekan penyebaran Covid-19 dan angka kematian di Kota Malang.

“Karena melalui kebijakan aktivitas masyarakat dibatasi. Tetapi kesadaran masyarakat disiplin protokol kesehatan menjadi kunci menekan penyebaran virus dan kematian akibat Covid-19,” pungkasnya.(RRI)

(Warto'i)