Jakarta, aktual.com – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, belum menentukan langkah yang akan dilakukan Pemprov DKI Jakarta terkait salah satu kabar warganya menjadi korban kekerasan saat demonstrasi pelajar beberapa hari lalu, karena belum mengetahui hal tersebut.

“Nanti biar saya cari tahu dulu. Saya cek dulu, jadi saya pastikan informasinya lengkap dulu,” kata Anies di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (3/10).

Setelah semua informasinya lengkap, kata Anies, barulah dia bisa menentukan langkah dari Pemprov DKI Jakarta.

Namun dia memastikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memberikan bantuan jika memang kabar itu benar.

“Setelah lengkap baru kemudian kita bicara tentang langkahnya,” ucap Anies.

Dikabarkan bahwa pemuda bernama Maulana Suryadi menjadi korban demonstrasi pelajar yang berujung kerusuhan pada 25 September lalu.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian sempat menyatakan bahwa korban tewas karena sesak nafas.

Akan tetapi Maspupah, ibu Maulana, tak percaya dengan ucapan Tito tersebut, karena pada jenazah Maulana ditemukan banyak bekas luka benturan benda tumpul serta pada kuping dan hidung almarhum juga terus mengeluarkan darah, bahkan hingga saat akan dikebumikan.

“Nggak mungkin, masak meninggal karena asma sampai mengeluarkan darah dari hidung dan kuping begitu,” kata dia.

Menurut Maspupah, Maulana mengikuti demonstrasi pelajar karena diajak rekannya yang bernama Aldo dan mengaku sempat melarang anaknya itu mengikuti demonstrasi namun diabaikan.

Ant.

(Zaenal Arifin)