Foto Arsip - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun Bendungan Cibeet dan Bendungan Cijurey, di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. ANTARA/HO-Kementerian PUPR

Jakarta, Aktual.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) membangun Bendungan Cibeet dan Bendungan Cijurey di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sebagai upaya untuk mengurangi risiko banjir di daerah-daerah Kabupaten Bekasi dan Karawang.

“Dua bendungan ini dibangun untuk pengendalian banjir di hilir Sungai Citarum, seperti di Muara Gembong, Bekasi dan Karawang. Kami berharap masyarakat bisa mendukung pembangunan kedua bendungan ini, yang nantinya juga akan diikuti dengan pembangunan sejumlah tanggul di hilirnya,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, di Jakarta, Minggu (3/3).

Pembangunan kedua bendungan ini diharapkan dapat mengurangi risiko banjir di sepanjang hilir Sungai Citarum.

Basuki menjelaskan bahwa pembangunan Bendungan Cibeet dan Bendungan Cijurey dikerjakan melalui tiga paket berbeda. Biaya pembangunan kedua bendungan menggunakan skema kontrak tahun jamak dengan nilai kontrak untuk Bendungan Cibeet mencapai Rp5,5 triliun, dan untuk Bendungan Cijurey mencapai Rp3,7 triliun.

Menurut data Kementerian PUPR, Paket I Bendungan Cibeet dikerjakan oleh PT Nindya Karya-PT Adhi Karya-PT Bahagia Bangun Nusa (KSO) yang meliputi pekerjaan urugan di sekitar kiri bendungan utama dan bangunan pengelak.

Paket II dikerjakan oleh kontraktor PT PP-PT Marfri Jaya Abadi-PT Daya Mulia Turangga (KSO) yang mencakup pekerjaan di sekitar bagian kanan bendungan utama, bangunan fasilitas umum, dan jalan akses.

Sementara itu, Paket III dikerjakan oleh PT Waskita Karya-PT Bumi Karsa-PT KPR (KSO) yang meliputi pembangunan bagian tengah bendungan utama, bangunan pelimpah, dan pengambil.

Bendungan Cibeet dibangun di Kecamatan Cariu dengan luas genangan sebesar 735,61 hektare (ha) yang dapat menampung volume efektif sebesar 22,53 juta meter kubik, volume tampung mati sebesar 28,75 juta meter kubik, dan total volume tampung sebesar 97,53 juta meter kubik.

Tingginya kapasitas tampungan kedua bendungan ini, menurut data Kementerian PUPR, diharapkan dapat mengurangi risiko banjir di Sungai Citarum Hilir hingga 66 persen. dan dimanfaatkan untuk mengairi irigasi baru seluas 1.000 hektare (ha) serta sawah 1.037 ha, menyuplai 5.000 ha lahan irigasi di Saluran Tarum dan menghasilkan air baku sebesar 3,77 meter kubik per detik dan PLTA sebesar 0,25 MW.

Pekerjaan pembangunan Bendungan Cijurey juga terbagi dalam tiga paket, termasuk Paket I yang dilaksanakan oleh PT Brantas Abripraya-PT Minarta-PT Raya (KSO) yang mencakup pembangunan bagian utama bendungan, fasilitas pendukung, dan pekerjaan mekanikal elektrikal.

Paket II oleh kontraktor PT Hutama Karya-PT Sacna (KSO) meliputi pekerjaan di sekitar bagian utama bendungan, jalan akses, dan bangunan pengendali sedimen.

Sedangkan Paket III dikerjakan oleh PT Wijaya Karya-PT Jaya Konstruksi (KSO) yang mencakup pembangunan bangunan pelimpah, jalan akses, pekerjaan mekanikal elektrikal, dan fasilitas penunjang.

Bendungan Cijurey diharapkan memiliki volume tampung efektif sebesar 9,76 juta meter kubik. Bendungan ini, yang secara administratif terletak di Kecamatan Sukamakmur, Cariu, dan Tanjungsari, diharapkan dapat mengurangi risiko banjir dari hulu Sungai Cihoe hingga 59,33 persen, serta mengairi lahan pertanian seluas 561 hektare. Selain itu, untuk menghasilkan air baku sebesar 0,71 m3/detik dan PLTA sebesar 2×0,5 MW.

Artikel ini ditulis oleh:

Editor: Sandi Setyawan

Tinggalkan Balasan