Ciamis, Aktual.com – Upacara Adat Nyangku di Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat kembali digelar untuk melestarikan budaya sekaligus membangkitkan pariwisata agar banyak orang berwisata ke Ciamis, salah satunya wisata budaya ke Panjalu.

“Tentu saja ini (Adat Nyangku) sudah menjadi andalan kita di bidang pariwisata untuk kunjungan ke Ciamis, kita juga di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata selalu mempromosikan warisan tak benda yang kita miliki,” kata Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Ciamis Erwan Darmawan saat acara Upacara Adat Nyangku di Panjalu, Ciamis, Senin (24/10).

Ia menuturkan Upacara Adat Nyangku merupakan tradisi yang selalu digelar tiap tahun di bulan Maulud oleh masyarakat di Kecamatan Panjalu sebagai bentuk penghormatan pada leluhur atau Raja Panjalu.

Tradisi di Panjalu itu, kata dia, sudah mendapatkan pengakuan sebagai warisan budaya tak benda di tingkat nasional yang menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Ciamis.

“Inti dari Nyangku ini adalah syukuran, ditandai dengan pembersihan benda-benda pusaka yang dimiliki oleh Kerajaan Panjalu,” kata Erwan.

Ia menyampaikan saat pandemi COVID-19, kegiatan Adat Nyangku tidak diselenggarakan semarak seperti saat ini, maupun sebelum pandemi, melainkan hanya digelar secara sederhana untuk menghindari kerumunan orang.

Namun tahun ini, kata dia, Upacara Adat Nyangku kembali dilaksanakan secara meriah yang mampu menghadirkan banyak pengunjung untuk menyaksikan prosesi Nyangku.

“Kalau dua tahun terakhir kemarin kita diacarakan sederhana, mungkin karena ada covid, tahun ini mencoba kita mengembalikan tradisi-tradisi Nyangku ini seperti tahun-tahun sebelumnya,” kata Erwan.

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya yang hadir dalam acara Nyangku mengatakan, kegiatan itu sebagai bentuk syukur dan bersilaturahmi dengan seluruh masyarakat di Panjalu.

“Upacara Adat Nyangku merupakan salah satu adat budaya leluhur kita yang harus kita jaga dan lestarikan, jangan sampai diakui oleh orang lain,” katanya.

Tokoh masyarakat Ciamis, Heri Solehudin Atmawidjaja yang hadir dalam acara itu menambahkan, pihaknya bangga masih terjaganya kegiatan tradisi Nyangku oleh masyarakat di Panjalu.

Menurut dia kegiatan tersebut upaya menjaga kelestarian daerah, sekaligus bisa menumbuhkan perekonomian masyarakat dengan banyaknya pengunjung menyaksikan Upacara Adat Nyangku.

“Banyak pedagang, pelancong dari dalam dan luar negeri, orang main ke Situ Lengkong (salah satu tempat diselenggarakan Upacara Nyangku), ini semua aset budaya kita,” katanya.

Ketua Pelaksana dari Yayasan Borosngora, Raden Pandu Ghalib Prasasti Cakradinata menambahkan, kegiatan Nyangku kembali digelar secara meriah, karena selama dua tahun dilaksanakan secara sederhana yakni hanya membersihkan benda pusaka secara terbatas di suatu tempat.

“Acara Nyangku ini lebih hikmat, lebih semarak lagi, lebih rapi lagi, dimulai lagi awal, karena setelah dua tahun terakhir kita melaksanakan itu tidak semarak dan gebyar,” katanya.

(Warto'i)