Jakarta, Aktual.com — Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengajak para pengusaha untuk berpartisipasi dalam pembentukan 1.000 teknopreneur di Indonesia mendukung perkembangan pembangunan ekonomi digital.

Di hadapan sejumlah pengusaha Indonesia dan Taiwan dalam rangka perayaan setahun Indonesia-Taiwan Business Council (ITBC) di Jakarta, Kamis (2/6), Rudiantara mengatakan untuk mengembangkan 1.000 teknopreneur dalam lima tahun dibutuhkan 500 inkubator.

“Untuk itu, dibutuhkan kerja sama dari semua pihak,” kata dia.

Rudiantara mengatakan Indonesia saat ini masih kekurangan sumber daya manusia dalam pengembangan perusahaan berbasis teknologi, terutama teknologi informasi dan komunikasi.

Ia mengatakan sejumlah perusahaan teknologi yang bergerak di bidang TIK banyak di antaranya masih harus menyewa jasa teknisi ataupun perusahaan dari luar negeri.

Untuk itu, pihaknya terus berupaya meningkatkan jumlah SDM TIK guna mendukung program 1.000 teknopreneur dengan merangkul semua pemangku kepentingan dan berbagai pihak, termasuk perusahaan dari dalam negeri maupun dari luar negeri.

Menteri mengatakan sejumlah perusahaan TIK besar seperti Microsoft dan Google juga turut mendukung upaya tersebut.

Microsoft misalnya, menurut Menteri Rudiantara, berkomitmen mendukung pengembangan 10 ribu pengembang (developer) aplikasi di Indonesia. Dari sepuluh ribu tersebut sekitar 20 kemungkinan dapat berkembang menjadi teknopreneur setiap tahun.

“Bila semua mendukung, semua pihak, karena ini bukan program milik pemerintah, milik si A, si B, tapi program kita semua, mendukung Indonesia menjadi pemain digital terbesar di kawasan,” katanya.

Sementara itu, usai memberikan sambutan dan presentasinya di ITBC, Menteri Rudiantara menyempatkan diri berkunjung ke Kantor B Startup.

B Startup merupakan perusahaan yang bergerak sebagai inkubator para startup yang didirikan oleh pengusaha SD Darmono yang juga Direktur Utama Jababeka dan Co-founder sekaligus CEO Paul Lou.

B Startup saat ini memiliki homeservice.com dan rajapremi.com.

Artikel ini ditulis oleh:

Reporter: Antara
Editor: Arbie Marwan