Pamekasan, Aktual.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Baddrut Tamam meninjau langsung sejumlah lokasi yang terendam banjir di di Kampung Patemon, Jung Cang-cang, Kabupaten Pamekasan Kabupaten Pamekasan, pada Sabtu (19/12).

Khofifah mengunngkap penyebab banjir di Kabupaten Pamekasan ini. “Penyebabnya adalah sedimentasi sungai Gere Manjeng dan kurang berfungsinya pintu air,” kata Khofifah.

Dalam menangani banjir itu, Khofihah memastikan lansia dan difable sudah di evakuasi dan dapur umum sudah disiapkan. “Saya dan Bupati Pamekasan menyisir sambil membagi nasi bungkus. Sabtu (19/12),” ungkapnya.

Khofifah mengingatkan warga untuk mewaspadai bencana hidrometeorologi seperti yang disampaikan Kepala BKMG. Bencana hidrometeorologi, menurutnya, memang diperingatkan ke seluruh wilayah di Indonesia, bahwa puncaknya sampai Februari 2021, tetapi harus diantisipasi sampai dengan bulan April.

“Tadi misalnya sungai ini memang ada sedimentasi, berarti harus ada pengerukan. Lalu ada tanggul yang ternyata bermasalah, jadi kemungkinan ini yang menyebabkan banjir,” kata Khofifah, Sabtu (19/12).

Untuk itu pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat agar pengerukan dan tanggul yang bermasalah segera diperbaiki.

“Banjir berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Jawa Timur. Tolong semua warga siaga, sambil kita benahi berbagai infrastruktur yang rusak,” terangnya.

Sementara itu Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam menyampaikan, tim akan bekerja cepat dengan mengevakuasi seluruh masyarakat yang terdampak banjir, memastikan kesehatannya juga terjamin, menyiapkan tempat evakuasi dan menidirkan dapur umum.

“Itu kita lakukan untuk memastikan seluruh masyarakat aman dan selamat,” ujarnya.

Kemudian untuk jangan panjang, menurut Bupati akan ditelaah lebih dalam tentang beberapa alternatif pembangunan yang bebas banjir.(RRI)

(Warto'i)