Jakarta, Aktual.co — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tahun ini akan memanfaatkan Dana Keistimewaan untuk merehab fisik cagar budaya dan warisan budaya di daerah ini untuk pelestarian kekayaan budaya itu.

“Total Dana Keistimewaan (Danais) yang akan diterima tahun ini sebesar Rp18,4 miliar. Sebagian dana itu dimanfaatkan untuk rehab cagar budaya melalui kegiatan pelestarian warisan budaya dan cagar budaya,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bantul, Bambang Legowo, Minggu (8/3).

Menurut dia, setidaknya ada beberapa program yang disiapkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan Danais tersebut, di antaranya Program Pengelolaan Kekayaan Budaya dengan kegiatan pelestarian warisan dan cagar budaya, program ini dianggarkan sebesar Rp4,9 miliar. “Danais paling besar terserap untuk rehab kawasan cagar budaya, misalnya makam-makam raja Imogiri, kemudian situs Kedaton di Pleret dan lain-lain termasuk peningkatan infrastruktur menuju kawasan budaya,” katanya.

Ia mengatakan, untuk upaya rehab cagar budaya di wilayah Bantul, beberapa waktu lalu pihaknya bersama Bupati dan beberapa satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait telah melakukan ‘road show’ budaya berkeliling ke kawasan wisata budaya di Bantul. “Itu (road show) bagian dari langkah kami untuk mengetahui jalur-jalur mana yang kami kembangkan, untuk selanjutnya dibahas di musyawarah rencana pembangunan (musrenbang). Kami harapkan di tingkat bawah dan atas bisa sinergi,” katanya.

Sementara itu, kata dia, total dana yang digelontorkan dari pemerintah pusat melalui Pemda DIY tahun 2015 lebih besar dibanding 2014 yang sebesar Rp12 miliar, meski serapannya tidak mencapai seratus persen pada 2014. “Sebenarnya (Danais) 2015 sama dengan tahun lalu, namun karena mungkin kemarin serapannya hanya sekitar 50 persen, sehingga sisanya digulirkan tahun ini dari Rp12 miliar menjadi Rp18,4 miliar,” katanya.

Meski demikian, pihaknya tidak menargetkan berapa persentase serapan Danais hingga akhir tahun, namun akan diupayakan lebih baik dari tahun sebelumnya, mengingat persiapan dan perencanaan lebih matang dibanding sebelumnya.

()