Yerusalem, aktual.com – Pada pagi Selasa (5/12), puluhan pemukim Israel sekali lagi menerobos ke Masjid Al Aqsa. Mereka juga menyelenggarakan upacara ritual Talmud di sebelah timur masjid.

Kejadian ini dilaporkan oleh kantor berita Palestina, WAFA. Para pemukim ekstremis ini melakukan serbuan ke situs suci di Kota Tua Yerusalem melalui pintu gerbang al-Maghariba.

Mereka melaksanakan kunjungan provokatif di area kompleks Masjid Al Aqsa dan menjalankan upacara ritual Talmud di sebelah timur masjid.

WAFA juga memberitakan bahwa kejadian ini terjadi ketika pasukan Israel menerapkan langkah-langkah ketat terhadap warga Palestina yang hendak memasuki masjid dari Yerusalem. Pasukan polisi pendudukan melakukan pemeriksaan identitas dan menahan mereka sementara waktu.

Tindakan pemukim Israel menembus Masjid Al Aqsa ini bukanlah insiden yang pertama. Sebelumnya, Kementerian Wakaf dan Urusan Islam yang memiliki tanggung jawab terhadap Masjid Al Aqsa mencatat bahwa terdapat 22 insiden pelanggaran oleh pemukim Israel selama bulan November 2023.

Kementerian tersebut juga mencatat bahwa pasukan pendudukan Israel meningkatkan tindakan diskriminatif dan mencegah warga Yerusalem untuk masuk ke Masjid Al Aqsa dan melaksanakan salat selama periode 55 hari berturut-turut.

Israel juga telah mencegah umat Islam untuk melaksanakan salat Jumat sejak dimulainya perang di Jalur Gaza pada tanggal 7 Oktober 2023. Pembatasan ini menyebabkan Masjid Al Aqsa tampak sunyi.

Menurut laporan dari kantor berita Anadolu pada Sabtu (2/12/2023), seorang pejabat di Departemen Wakaf Islam di Yerusalem menyatakan bahwa hanya 3.500 orang yang diizinkan memasuki Masjid Al Aqsa untuk melaksanakan salat Jumat. Angka ini merupakan penurunan signifikan dibandingkan dengan jumlah peserta salat Jumat biasanya, yang mencapai 50.000 orang.

Seorang pejabat yang tidak ingin disebutkan namanya menyatakan bahwa Pemerintah Israel telah memberlakukan pembatasan yang ketat terhadap akses masuk jamaah sejak dimulainya perang, dan pembatasan ini semakin diperketat pada hari Jumat.

“Polisi Israel memberlakukan pembatasan ketat terhadap masuknya jemaah ke dalam masjid selama delapan hari Jumat berturut-turut,” ujarnya.

“Polisi Israel hanya mengizinkan orang lanjut usia memasuki masjid, dan oleh karena itu, halaman dan mushola hampir kosong selama waktu salat,” tambahnya.

Perang antara Israel dan Hamas Palestina telah berlangsung sejak 7 Oktober 2023 dan masih berlanjut hingga saat ini. Meskipun terjadi kesepakatan gencatan senjata selama 4 hari yang sempat diperpanjang untuk pembebasan sandera, konflik kembali memanas setelahnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Editor: Rizky Zulkarnain

Tinggalkan Balasan