Jakarta, Aktual.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jabodetabek menolak keputusan Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan yang menyatakan bahwa reklamasi Pulau G Teluk Jakarta diteruskan pembangunannya.

Penolakan ini disampaikan saat melakukan aksinya di Car Free Day di jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (11/9).

“Kita menolak, karena itu tidak bisa dijadikan solusi untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat Jakarta. Masyarakat sekitar mau cari hidup dimana?” ucap salah seorang perwakilan BEM se-Jabodetabek, Ihsan.

Menurut dia, pemerintah sudah mengabaikan kajian yang sebelumnya menyatakan bahwa terdapat pipa gas dibawah laut dari Floating Storage Regasfication Unit (FSRU) sekitar 15 km lepas pantai utara Jakarta menuju Onshore Receiving Facility (ORF) di Muara Karang dan mengakibatkan reklamasi tak memungkinkan dilanjutkan. (Baca: Pemerintah Lanjutkan Proyek Reklamasi Pulau G)

“Selain itu kita tahu bahwa ada peraturan yang dilanggar dan ketika kita lihat analisis dampak lingkungan, ada dampak lingkungan. Ketika kedepan dilakukan akan tidak ada kepastian bahwa rakyat di sana aman-aman saja,” tegas Ihsan.

Pihaknya berupaya untuk memmberikan pencerdasan kepada masyarakat tentang apa itu reklamasi. (Baca: Luhut Berpihak ke Podomoro, Sebut Reklamasi Pulau G Tidak Bermasalah)

“Kalau mereka tahu dan paham bahwa reklamasi menimbulkan keresahan maka semua masyarakat Jakarta menolak,” tutup dia.

 

*Butho

()